His Obsessions, Her Home

Ang.Rose
Chapter #7

What A Friend Need

Greta menekan tombol 22 di lift gedung apartemen itu, hanya Greta yang memiliki kartu akses cadangan milik Yuna, entah mengapa sejak Yuna memiliki apartemen itu Greta tidak mengerti hingga pada suatu hari kejadian naas itu terjadi.

***

3 tahun yang lalu.

Yuna tidak kunjung datang ke kantor, padahal waktu sudah hampir tengah hari, orang itu bahkan tidak ada kabar sejak dua hari yang lalu, melihat waktu juga sudah hampir jam makan siang Greta memutuskan untuk pergi ke apartemen Yuna.

Setahun yang lalu Yuna memberikan kartu akses cadangan padanya, kata Yuna dia sering menghilangkan barang karena lupa jadi dia minta tolong pada Greta untuk menyimpan cadangannya.

Terbukti memang, ada beberapa hal yang kadang dilupakan oleh Yuna, terkadang itu hal sepele tapi terkadang itu adalah hal penting. Greta tidak curiga, mungkin memang Yuna banyak pikiran waktu itu, bisnis mereka memang sedang besar-besarnya jadi semua orang ikut melakukan banyak hal. Bahkan mereka semua terkadang ikut membantu proses packing dan pengiriman.

Tapi ini aneh, biasanya meskipun kelelahan atau sakit Yuna tetap akan datang walau hanya beberapa jam untuk mengecek karyawan dan kantor, menyediakan kebutuhan mereka lalu pulang, tapi 2 hari ini, 3 hari berarti, telfon pun tidak.

Karena itu Greta memilih untuk datang ke apartemen mengecek keadaan Yuna.

Greta membuka pintu apartemen Yuna. Baru dia membuka pintu terdengar bunyi pecahan kaca. “Yuna!” teriak Greta dari depan pintu.

Greta berlari ke arah dapur dan melihat Yuna terbaring di lantai dengan pecahan gelas kaca. Tanpa berpikir panjang Greta memanggil ambulans dan juga meminta bantuan dari pengelola gedung.

Untungnya Yuna masih selamat, dia mengalami dehidrasi parah dan malnutrisi. Ya malnutrisi alias kekurangan gizi. Yuna seorang pemimpin yang memikirkan seluruh kebutuhan karyawannya justru terbaring karena malnutrisi adalah hal yang ironis.

Begitulah pikir Greta. Sampai ketika Riana tante Yuna datang. Tanpa basa basi sang tante langsung menampar Yuna. Sebuah pemandangan yang tidak pernah disangka oleh Greta.

Yang Greta tahu, Riana dan Yuna saling menjaga satu sama lain, tidak ada dari mereka yang mau saling menyakiti, jika hal ini terjadi sudah pasti itu artinya ada sesuatu yang tidak Greta ketahui.

“Kamu mau tante seret ke Jogja? Tante kasih kamu kepercayaan Na! Kamu bilang sama tante kalau kamu gak akan kaya gini lagi, sekarang tante tanya, apa sebabnya? Apa!?”

Riana terus memaksa Yuna bicara, Greta tidak tega tapi suami Riana menahan Greta untuk tidak ikut campur, sepertinya hal ini pernah terjadi sebelumnya karena itu Riana terlihat begitu murka.

“Maafin Nana, tan.”

“Kalau kamu gak kuat, kamu temuin dia, Na. Jangan siksa diri kamu kaya gini, kalau dia tahu apa yang terjadi, dia pasti gak akan biarin kamu terluka.”

“Tapi dia bisa terluka karena aku, aku gak mau.”

Mendengar hal itu Greta terdiam, ya dia tidak bisa ikut campur, sepertinya dia belum tahu apa-apa tentang temannya ini. Lagi pula siapa yang mereka bicarakan.

Lihat selengkapnya