His Obsessions, Her Home

Ang.Rose
Chapter #10

The Official Meeting

Yuna berhenti di depan pintu ruangannya ketika melihat Greta keluar dari ruang meeting. Wajahnya seakan baru saja melihat hal aneh. “Emang kita ada jadwal meeting hari ini? Ngapain lo keluar dari sana?”

Namun Greta justru melayangkan pandangan ke sudut ruangan dan beralih ke pantry, Yuna pun mau tak mau mengikuti kemana Greta pergi. “Hmm bener lo pada disini. Ayo meeting,” ajak Greta.

“Eh bentar dulu, lo belum jawab pertanyaan gue, Ta.”

“Ayo ke ruang meeting. Kali ini Na, gue gak mau lo nolak atau pun berantem sama Yesa.”

“Yesa kesini?” tanya Yuna.

“Hmm dari tadi jam 8 udah di kantor. Jadi kita ngobrol sebentar.”

“Pam, Jeck, kalian ke ruang meeting duluan,” ucap Yuna tanpa melihat keduanya.

Kedua orang tersebut melihat Yuna seperti itu langsung keluar dari pantry dan menutup pintu sekatnya. Sesuatu akan terjadi, sudah pasti keduanya akan bertengkar.

Yuna mendorong bahu Greta pelan. “Maksud lo apa? Ngobrolin apa lo sama dia!?”

“Lo cemburu atau takut gue cerita tentang semalem? Yang mana?” tanya Greta kesal.

“Ta, lo mungkin tahu tentang gue, tapi belum tentu lo tahu semua tentang gue, jadi jangan belagak pahlawan!”

“Yuna! Gue gak suka lo nuduh gue kaya gitu, lo pikir kita udah berapa lama temenan? Masih lo pikir gue sebarin rahasia lo ke Yesa? Gue sekarang beneran bingung, beneran gak ngerti lagi. Bener apa kata Yesa, lo nutupin sesuatu kan? Kalau gak ngapain lo repot-repot ninggalin Yesa yang bahkan orang tuanya gak mandang lo siapa.”

Yuna terdiam. Kini tak hanya Yesa yang curiga Greta sudah pasti juga curiga dengan apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa, situasi yang sebenarnya baik-baik saja dan bahkan termasuk sangat baik, tapi membuat Yuna menghilang begitu saja.

Yuna menundukan kepalanya. “Kalau gue terima investasi Yesa apa harus diumumkan ke media Ta?”

“Kalau secara branding perusahaan ya bagusnya begitu, jadi orang lain akan ngerti kalau kita baik-baik aja bahkan LM di belakang kita sekarang, tapi untuk LM mungkin gak baik, karena kita udah mau selesai,” jawab Greta namun dia menatap Yuna terkejut. “Ini berarti lo setuju?”

“Gak tahu, kita liat aja,” ucap Yuna lalu keluar dari pantry dan masuk ke dalam ruang meeting.

Yuna masih bergelut dengan pemikirannya, Pamela menarik Greta dan bicara dengan isyarat mata sedangkan Jecklyn hanya diam mengamati situasi.

“Jadi kenapa anda datang kesini?” tanya Yuna.

***

Apa, kali ini akan berhasil?

Yesa bertanya-tanya dalam hatinya, karena dia tahu situasi kali ini cukup berat apalagi untuknya. Banyak yang harus dia lakukan dan kerjakan, banyak yang harus dia cari tahu apa yang terjadi di perusahaan ini.

Jika Greta benar-benar pintar sesuai dengan penilaian Yesa maka seharusnya Greta mengerti bahwa ada yang tidak beres, baik di perusahaan atau pun kepergian Yuna. bukan dia, bukan keluarganya yang menjadi alasan.

“Yesa, mama mau tanya?”

Hari itu seharusnya menjadi sarapan yang biasa saja seperti biasa, namun sejak semalam tidak ada yang baik-baik saja, sejak Alexa kembali memutuskan untuk pergi ke Singapura membuka hotel baru yang diminta oleh bosnya.

Dan kali ini Yesa tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Ibunya. “Kenapa ma?”

Lihat selengkapnya