His Obsessions, Her Home

Ang.Rose
Chapter #18

Something is getting hotter

Mereka telah sampai di Pabrik, Yuna turun begitu pula dengan yang lain, namun saat ingin masuk, seperti biasa, Yuna menarik Devan, orang yang dia tarik tiba-tiba terkejut dan menatap Yuna dengan tatapan bertanya.

Namun Yuna memberi isyarat untuk Devan berjalan bersama dengan dia. Devan pun menurut, Devan mundur dan berjalan dengan Yuna sedangkan Yesa berjalan bersama dengan Jecklyn di depan mereka.

“Kenapa bu?” tanya Devan.

“Sasa kenapa?”

“Sasa?”

Jelas Devan bertanya karena dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Yuna. “Yesa maksudnya, Yesa kenapa?”

“Ibu manggil Pak Yesa, Sasa?”

“Hmm, panggilan gue ke dia waktu SMA, cepetan cerita ada apaan?”

Devan menghela nafas perlahan. “Bu, saya juga gak tahu, tapi mungkin habis ini ibu bisa tahu apa maksudnya Pak Yesa.”

“Ish, emang lo ya, loyal banget sama dia.”

“Yang ngasih saya makan kan dia bu,” ucap Devan sambil tersenyum. “Oh ya Bu, saya boleh nanya? Pribadi sih ini.”

“Lo mau tanya, kenapa gue ninggalin Yesa dulu?” tebak Yuna.

“Widih, mantap, cerita dong, kenapa? Janji saya gak akan beberin ke Pak Yesa.”

Yuna terdiam, dia melihat Devan, tatapannya sendu, apalagi Yuna harus mendongak melihat Devan karena jauh lebih tinggi darinya. Namun masih ada senyum hangat yang keluar dari wajah Yuna.

“Van, lo pasti punya satu memori yang mau lo keep seumur hidup lo, tapi ada juga memori yang pengen banget lo lupain kalau lo bisa, meskipun terkadang masih menghantui lo.”

Devan mengerutkan keningnya, dia terlihat tidak mengerti dengan perumpamaan dari Yuna. “Maksudnya gimana bu?”

“Lo punya pacar gak sih?”

Devan mengangguk. “Harusnya nih, bulan ini kita pergi ke pantai karena saya udah janji sama dia, tapi ada aja hal yang diluar kendali.”

“Berarti lo ngerti, kalau lo pasti punya kenangan manis yang pengen lo simpen tapi lo juga punya kenangan buruk yang kalau lo bisa, lo hapus dari memori lo.”

“Ah, oh, itu maksudnya. Berarti Pak Yesa pernah bikin salah sama ibu? Makanya waktu pertama ketemu lagi ibu panik banget begitu sampai ketakutan?”

“Sasa? Nyakitin orang? Gue? Ya kali lah, lo emang gak tahu kalau Yesa tuh gak bisa nyakitin orang, bikin orang salah paham karena friendly mungkin—” ucap Yuna.

“Oh itu sih saya setuju bu,” ucap Devan sambil bergidik mengingat sesuatu. “Ngusir cewek yang pengen banget deket sama Pak Yesa tuh susah, banyak banget.”

“Emang dia gak pernah pacaran? Bukannya, dulu sempet ada gosip?”

“Dulu? Kapan?” Devan bertanya sambil mencoba mengingat apa yang pernah terjadi sebelumnya.

“2 atau 3 tahun lalu itu. Sama keluarga konglo juga.”

“Oh Mbak Estra?”

“Iya keluarga Gancika.”

“Ah, itu mah bukan bu. Estra sama Pak Yesa itu sepupan. Cuma emang gak banyak yang tahu dan kedua keluarga juga gak ada yang membantah atau membenarkan jadi gosipnya ilang gitu aja.”

Lihat selengkapnya