Suasana duka tampak di kediaman Franco malam itu. Di ruang tengah di mana jenazah Frankie, saudara kembarnya terbaring di dalam sebuah peti mati berwarna putih gading dan sangat mewah. Di sepanjang jalan sampai ke halaman rumahnya luas banyak terpampang karangan bunga dari kawan hingga rekan bisnisnya. Semua yang hadir tampak berpakaian serba hitam sebagai tanda berduka cita tak terkecuali dengan Franco yang saat itu tampak sangat terpukul dan bersedih atas kematian saudara kembarnya itu.
Semua terpusat di halaman dan ruangan tengah di mana jenazah Frankie berada. Keamanan difokuskan di depan saja sehingga bagian halaman belakang dan dermaga kecilnya karena memang kediaman Franco sendiri berdiri di atas sebuah pulau buatan, tidak ada anak buahnya yang berjaga-jaga dan tidak ada aktivitas yang berarti seperti biasanya di tempat itu.
Franco tampal sibuk menelepon kesana-kemari dan memastikan bahwa pembunuh saudaranya dapat di ringkus sebelum jenazah Frankie di kebumikan atau dikuburkan.
Berkat kecerdikan Romeo yang membawa orang-orang itu pergi memancing ke tengah laut lah sehingga sampai tengah malam itu anak buah Franco tidak menemukan Manny dan kawan-kawan.
*****
Sementara itu di atas motor boat milik Romeo, Tony tampak duduk sambil melamun dan tidak seperti di awal yang dia cukup bersemangat untuk memancing karena memang salah satu hobinya.
Tony duduk sambil menghisap rokoknya sedangkan matanya memandang kosong jauh ke depan. Apa yang terjadi pada Tony tentu saja tak luput dari perhatian Romeo.
"Apa kau takut dengan apa yang akan kita lakukan sebentar lagi?" tanya Romeo saat duduk di hadapan Tony.
Tony hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.
Di sisi lain, Manny, Joni maupun Fabio asik dengan pancing mereka yang sedari tadi umpan mereka terus dimakan ikan.
"Kau tahu? siang tadi ibuku menjalani operasi di rumah sakit," kata Tony.
"Aku tidak bisa mendampinginya dan saat ini pun aku tidak tahu bagaimana dengan kondisi ibuku, entah berhasil atau tidak operasi yang dijalaninya siang tadi." Sambung Tony.
"Ternyata harimu cukup berat sobat, tapi yakinlah ibumu pasti akan baik-baik saja dan tidak akan ada masalah sama sekali," hibur Romeo sambil menepuk pundak pemuda itu.
"Kalau bukan karena ibuku, aku tidak akan terlibat jauh dalam masalah-masalah brengsek dan merepotkan diriku sendiri," cerita Tony.
"Aku berbuat dan bertindak senekat ini semua karena aku ingin melihat ibuku kembali sehat dan kembali tersenyum kepadaku." Sambung Tony lagi.
"Kau anak yang berbakti, kau masih diberi kesempatan untuk menjaga dan merawat ibumu, tidak seperti aku yang tidak tahu sama sekali siapa ibuku?. Entah beliau masih hidup atau sudah tidak ada lagi di dunia ini, aku tidak tahu." Romeo menceritakan tentang dirinya.
"Siapa yang menjaga ibumu di rumah sakit saat ini?" tanya Romeo.
"Aku memiliki seorang adik perempuan, namanya Eva. Dia yang menjaga dan merawat ibu tanpa mempedulikan akan dirinya sendiri," jawab Tony.
"Karena amat sangat membutuhkan uang, aku terlibat berbagai macam kejahatan akhir-akhir ini, menjadi perampok tapi perampok yang sangat sial." Tony menyambung ucapannya.