HITAM - PUTIH

hendri putra
Chapter #26

Chapter 26 : Hidup Baru

Satu bulan kemudian ...

Hari itu adalah hari di mana ibunya Tony keluar dari rumah sakit setelah sekian lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Rumah milik Franco bersaudara yang berada di sebuah pulau buatan diambil alih oleh Tony juga semua usaha-usaha penting milik Franco juga dirampas dan dikuasai oleh Tony. Ya, sekarang Tony merupakan seorang bos besar yang mengendalikan semua bisnis milik Franco dengan dibantu oleh Romeo dan Manny berada di belakangnya.

Tony tampak berpakaian rapi dengan setelan jas berwarna abu-abu lengkap dengan kaca mata yang menghiasi matanya. Dia dikawal oleh dua orang pengawal yang dulunya adalah pengawal Franco dimasa hidupnya.

Tony berdiri di depan sebuah kaca besar yang ada di ruang kerjanya itu. Dia memperhatikan dirinya sendiri di depan kaca itu sambil sesekali tersenyum.

"Aku tak pernah menyangka seorang pecundang sepertiku bisa menjadi bos seperti sekarang," ucapnya dalam hati.

"Bos, mobil sudah siap!" tiba-tiba saja Diego datang memberi tahu Tony.

"Baik, tunggu sebentar!" sahut Tony.

Tony menatap dirinya di kaca sekali lagi dan kemudian dia pun bergegas turun menuju ke tempat mobil yang sudah menunggunya.

Ternyata Diego sudah menunggu di dalam mobil dan siap untuk menyopiri Tony.

"Kita ke rumah sakit!" kata Tony saat setelah masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Diego yang bertindak sebagai sopir.

"Siap bos!" seru Diego yang kemudian menjalankan mobil tersebut.

"Apa Ramos sudah berada di bengkel?" tanya Tony.

"Sudah, dia sudah sedari pagi berangkat karena tadi malam ada kiriman barang sehingga dia berangkat pagi-pagi sekali untuk mengurus itu semua," terang Diego.

"Baguslah kalau begitu, aku harus banyak belajar kepada kalian untuk pekerjaan seperti ini," kata Tony berterus terang.

"Tidak ada yang harus kau pelajari dari kami bos, Romeo dan Manny adalah orang-orang yang handal dalam bisnis ini, jadi kau tak usah meragukan apa pun," balas Diego.

"Tapi bagaimana pun, tidak selamanya aku bergantung terus dengan mereka dan mereka juga tidak akan mau terus-terusan mengajariku. Jadi aku harus cepat bisa dan segera ambil alih semua agar tidak lagi merepotkan mereka. Mereka sudah terlalu banyak membantuku sehingga aku jadi tidak enak jika selalu bergantung dengan mereka," ujar Tony panjang lebar.

"Semua butuh proses, tapi seiring waktu berjalan kau juga akan bisa untuk berdiri sendiri dan tidak bergantung lagi dengan mereka." Diego menyemangati.

"Apa kau tidak merasa dendam kepada kami setelah apa yang kami lakukan kepada bosmu Franco?" tanya Tony sambil menoleh ke arah Diego yang sedang konsentrasi mengendarai mobil.

Lihat selengkapnya