Pemuda berambut gondrong itu memasuki pelataran parkir yang tersedia di hotel tersebut.
Di sepanjang jalan menuju pintu utama hotel tersebut banyak karangan bunga yang berjejer sebagai bentuk ucapan selamat atas pernikahan yang sedang dilangsungkan.
Kent segera berjalan menuju ruang auditorium hotel tersebut di mana acara pernikahan itu berlangsung. Seseorang melambaikan tangannya ke arah pemuda gondrong tersebut sambil berteriak.
"Hai ... Kent, di sini ...!!" teriak orang itu.
Kent lantas tersenyum dan berlari-lari kecil menuju ke arah orang yang meneriakinya tadi.
"Apakah aku terlambat?" tanya Kent saat telah sampai di dekat orang tersebut yang adalah merupakan kawan Kent yang meminta Kent untuk menjadi fotografer dalam acara pernikahan saudaranya.
"Kau datang terlalu pagi sobat, semua masih bersiap-siap, mari masuk dan sarapan dulu!" ajak kawan Kent tersebut.
"Tidak ada do'a untuk menolak rejeki, baiklah," balas Kent sambil tertawa.
Keduanya bergegas masuk dan langsung ke meja prasmanan di mana makanan untuk para tamu nantinya telah terhidang di sana.
"Aku harap kau bisa mengambil gambar dan moment yang bagus nantinya, karena akan ada banyak tamu-tamu penting yang akan datang ke acara ini nantinya," ujar kawannya Kent di sela-sela mereka sedang menikmati sarapan paginya.
"Beres ...!" seru Kent sambil mengacungkan ibu jarinya dengan penuh semangat.
Sahabat Kent itu bernama Nuno, mereka adalah kawan satu kelas di kampus dengan jurusan yang sama pula.
Sebenarnya keluarga dari saudaranya Nuno juga sudah menyewa Fotografer juga yang di sediakan oleh EO dari acara pernikahan itu tapi karena dia juga ingin membantu kesulitan sahabatnya itu, Nuno memutuskan juga mengajak Kent dengan membayar dengan uang pribadinya sendiri.
Nuno tahu betul sahabatnya itu tidak akan mau menerima uang jika diberi dengan cuma-cuma dan tanpa alasan.
Menjelang siang acara pun berlangsung dan memang banyak tamu-tamu penting dan pejabat yang datang menghadiri acara pernikahan tersebut.
Tampak ada Fayed sang gubernur beserta istrinya yang memakai perhiasan yang cukup mencolok dan jelas tak luput dari jepretan lensa kamera Kent.
Bahkan ada Alex Montreal juga menghadiri acara tersebut.
Kent berpikir dia akan mendapatkan berita yang sangat bagus hari itu. Apa lagi melihat melihat perhiasan dan tas-tas mewah yang dikenakan oleh para istri pejabat saat itu.
Kent terus memotret dan mengambil sudut-sudut yang tepat agar hasil jepretannya tampak bagus.
"Toiletnya dimana?" bisik Kent kepada Nuno yang saat itu berada di dekatnya.
"Di balik panggung itu ada lorong, kau terus lalu belok kanan, di sana ada toilet," ujar Nuno memberi tahu Kent.
"Aku ijin ke Toilet sebentar."