HITAM - PUTIH

hendri putra
Chapter #36

Chapter 36 : Ruang Penyiksaan

Lewat tengah malam mobil sedang hitam yang dikendarai oleh Diego sampai di depan sebuah rumah yang sangat mewah. Sepertinya rumah itu dikelilingi oleh pagar yang cukup tinggi, di gerbang masuk ada dua orang sedang berjaga-jaga. Diego membunyikan klakson mobilnya agar si penjaga membukakan pintu pagar besi itu dan mereka bisa segera masuk.

Namun si penjaga tak mengenali mobil mereka karena mereka memang baru kali itu mengunjungi kediaman Alex Montreal. Penjaga itu lantas berjalan menghampiri mobil itu.

Si penjaga mengetuk kaca pintu mobil bagian depan dimana Diego berada. Diego menurunkan kaca mobilnya.

"Kalau kau membuat keributan lagi, aku pecahkan kepalamu!" ancam si penjaga sambil menodongkan pistol ke arah kepala Diego.

"Heh! Ada apa ini? Tenang ... tenang," ujar Diego sambil mengangkat kedua tangannya.

"Kalian siapa dan ada perlu apa datang tengah malam begini?" tanya penjaga itu dengan wajah galak.

"Apakah ini kediaman tuan Alex Montreal?" tanya Tony dengan sedikit kurang senang dengan perlakuan yang mereka dapatkan.

"Kalian cukup jawab saja pertanyaanku, tak perlu kalian bertanya yang lain-lain!" balas si penjaga.

"Kau hanyalah se ekor anjing penjaga pintu, janganlah berlagak sok kuasa melebihi bosmu itu!" ejek Tony.

Penjaga itu geram mendengar dirinya diejek sebagai anjing penjaga oleh Tony. Dia ingin mendamprat Tony dan ingin menantang Tony untuk berkelahi saat itu juga. Namun Diego lantas mengatakan sesuatu kepadanya.

"Kau hubungi saja bosmu itu dan katakan bahwa Tony dan Diego sudah berada di sini membawa pesanan yang dia pesan."

Penjaga itu masih tak percaya dan masih sangat merasa kesal oleh perkataan Tony tadi terhadap dirinya. Sampai satu ketika seorang kawannya yang lain mendatangi mereka.

"Apakah diantara kalian ada yang bernama Tony Santana?" tanya kawan si penjaga yang baru saja datang itu.

"Ya, aku Tony Santana," jawab Tony sambil mengangkat tangannya.

"Silahkan masuk, tuan Montreal sudah menunggu kedatangan kalian sejak tadi," balas kawan si penjaga lagi.

Kemudian orang itu lantas memerintahkan kawannya yang lain untuk membuka pintu pagar tersebut. Sebelum Diego menjalankan mobilnya, orang itu menjelaskan agar mereka nanti langsung belok ke kiri langsung menuju halaman belakang saja. Diego mengangguk paham dan segera tancap gas menuju tempat yang sudah ditunjukan tadi. Di sana ternyata Alex Montreal sudah menunggu mereka dengan tidak sabaran.

Saat mobil baru saja berhenti, Alex Montreal langsung menyuruh anak buahnya menghampiri mobil itu dan segera menurunkan orang yang berada di kursi belakang.

Alex Montreal lantas menyalami dan memberi ucapan selamat kepada Tony dan Diego atas keberhasilan mereka menjalankan tugas. Tak lupa Tony memberikan kembali koper hitam yang berisi uang itu kepada Alex Montreal.

Alex Montreal memerintahkan anak buahnya untuk membawa orang itu ke sebuah ruangan, ruangan dimana Alex Montreal sering melakukan penyiksaan sebelum dia membunuh musuh-musuh yang tertangkap olehnya.

"Mari ikut aku!" ajak Alex Monreal.

Lihat selengkapnya