Wajah Don seketika tampak panik dan tegang sesaat gergaji mesin yang dipegang oleh Alex Montreal hendak menebas lehernya.
"Baik ... baiklah ... aku akan bicara ...!!" seru Don sambil tertunduk dan memejamkan matanya.
Seketika itu juga Alex Montreal mematikan gergaji mesin yang hendak menebas leher Don tadi.
Alex Montreal lantas menepuk-nepuk pipi Don seraya berkata,
"Kalau kau sejak tadi buka mulut, kau tidak akan babak belur seperti ini."
Don merasa sangat lega melihat Alex Montreal mematikan gergaji mesin itu. Dia berusaha untuk mengatur nafasnya agar bisa menjadi sedikit lebih tenang.
"Kebiasaan berjudi itu tidak baik, lihatlah dirimu saat ini, bertindak tanpa berpikir dan tidak melihat siapa orang yang akan kau ajak untuk bermain." Alex Montreal memberi nasehat.
"Kalau kau mendatangi kantorku, meminta bantuan dan membersihkan sepatuku, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk membantumu keluar dari segala kesulitan yang sedang kau hadapi," bual Alex Montreal.
"A_aku tahu, apa yang telah aku perbuat itu salah dan aku berharap serta memohon maaf kepadamu, aku harap kau bisa memaafkan perbuatanku dan mau mengampuniku," pinta Don dengan sangat memohon dan suara yang lirih.
"Itu bisa diatur, asalkan kau mau berbicara sejujurnya kepadaku ...!!" seru Alex Montreal.
"Aku akan berkata jujur kepadamu," balas Don.
"Jadi, siapa yang memegang file asli foto-foto tersebut?" tanya Alex Montreal.
"Baiklah akan aku katakan kepadamu, tapi aku harap kau mau memenuhi janjimu untuk membebaskan ku," pinta Don.
"Kalau soal itu, kau tenang saja!" ujar Alex Montreal sambil membungkuk dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Don.
"Akan ku katakan, file asli foto-foto itu ada pada seorang pemuda bernama Kent," kata Don.
"Apa kau tidak berbohong?" tanya Alex Montreal memastikan.
"Apakah aku masih bisa berbohong dalam keadaan hidup dan mati seperti ini?" balas Don sambil balik bertanya.
"Aku percaya kepadamu."
"Aku telah berkata jujur, sekarang bisakah aku pergi dari tempat ini?"
"Tunggu sebentar!" kata Alex Montreal sambil berjalan ke tengah ruangan itu.
Di dalam ruang penyiksaan itu ada beberapa anak buah Alex Montreal.
"Apakah orang itu patut dan pantas untuk di bebaskan setelah apa yang dia perbuat terhadapku?!" tanya Alex Montreal sambil berseru.
"Kita harus bebaskan dia bos ...!!" jawab anak buah Alex Montreal serentak.
Don tampak tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh anak buah Alex Montreal tadi.
"Di bebaskan ke mana?" kembali Alex Montreal bertanya.
"Di bebaskan dari kekejaman dunia ini, hahaha ..." jawab mereka seraya tertawa.