HITAM - PUTIH

hendri putra
Chapter #40

Chapter 40 : Tony Si Pecundang

Dengan kepala masih diperban, Tony duduk bersantai sore itu di taman belakang rumahnya yang mewah. Hanya tampak laut dan kapal-kapal yang terparkir di tengah laut serta burung-burung camar yang menari di udara bersama kawan-kawannya yang lain. Angin yang sepoi-sepoi, duduk santai bersandar sambil menghisap sebatang rokok kesukaannya, itu sudah cukup menyenangkan bagi dirinya.

Di bagian bawah itu sebenarnya ada sebuah dermaga kecil dan ada beberapa kapal motor kecil yang bersandar di sana. Kalau ingin ke dermaga dan naik kapal, Tony hanya cukup menuruni anak tangga yang terhubung dari taman itu menuju dermaga pribadi miliknya.

Dari arah samping tampak Diego datang dan berjalan menuju ke tempat di mana Tony sedang bersantai. Diego saat itu tidak sendirian, ada dua orang lagi yang mengikutinya dari belakang.

"Maaf mengganggu istirahat sore mu bos!" tegur Diego.

Tony melirik sebentar dan lalu berkata,

"Ya. Ada apa dan siapa mereka?" tanya Tony sambil memperhatikan kedua orang yang bersama Diego itu.

"Oh, Mereka ... Mereka berdua adalah anak buah Alex Montreal yang di utus ke sini untuk menemuimu," jawab Diego.

"Begitu? Silahkan! Silahkan duduk!" Tony mempersilahkan mereka untuk duduk.

"Perkenalkan! Namaku Paul dan ini kawanku bernama Simon," kata Paul memperkenalkan dirinya dan kawannya kepada Tony.

"Katakan! Ada apa Alex Montreal mengirim kalian untuk menemuiku?" tanya Tony lagi.

Orang yang bernama Paul itu tidak menjawab tapi memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat kepada Tony.

Tony lantas menerima amplop itu dan segera membuka serta melihat apa isinya.

Suasana sunyi sejenak. Yang terdengar hanya suara ombak dan kicauan burung camar saja.

Tony membaca lembar demi lembar kertas dari dalam amplop itu.

"Jadi ini tugas yang akan diberikan oleh bos kalian kepadaku?" tanya Tony.

"Benar! Dan bos kami juga meminta kami untuk ikut dengan kalian!" balas Paul.

Tony mengernyitkan kening dan bertanya-tanya kenapa Alex Montreal tidak mempercayakan pekerjaan itu kepadanya saja, tapi malah mengutus dua orang anak buahnya untuk ikut serta dalam tugas itu.

Tony tadinya hendak menelepon dan bertanya kepada Alex Montreal, tapi dia mengurungkan niatnya itu.

"Kapan kita bergerak?" tanya Tony.

"Malam ini," jawab Paul singkat.

"Baiklah!" sahut Tony.

Kemudian Tony meminta Diego untuk bersiap-siap juga untuk ikut bersama mereka.

*****

Setelah meninggalkan kantor polisi dan bertemu dengan inspektur Jacob, Kent mampir ke kantor redaksinya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang sedang dikejar deadline itu. 

Hari sudah cukup malam saat dia menyelesaikan pekerjaannya dan memutuskan untuk segera ke rumah karena adiknya sudah menghubungi sejak tadi. Maklum saja Kent adalah anak yatim dan harua menanggung semua biaya hidup sendiri, terlebih saat itu ibunya juga sedang dalam keadaan sakit dan sakit-sakitan.

Di depan rumah Kent ada sebuah mobil sedan hitam terparkir, di dalam mobil itu tak lain isinya adalah Tony dan kawan-kawan yang sedari tadi mengintai dan menunggu Kent pulang.

"Itu dia!" seru Simon menunjuk ke arah di mana sebuah sepeda motor sedang memasuki pekarangan rumah yang sejak tadi mereka intai.

Lihat selengkapnya