HITAM - PUTIH

hendri putra
Chapter #43

Chapter 43 : Ray, Sosa, Dan Alvarez

Tedy akhirnya melakukan pekerjaan yang dia janjikan kepada Alex Montreal setelah mendapatkan uang sebagai alat untuk menyuap kepala sipir penjara.

"Wah, ada angin apa yang membawa seorang petinggi di kepolisian datang bertamu ke tempat ku ini?" sambut kepala sipir penjara saat baru saja masuk ruangan kepala sipir itu.

"Kalaulah tidak angin yang baik berhembus, tidak mungkin aku bisa sampai ke tempat sahabat lama ku ini," sahut Tedy.

Mereka pun saling bersalaman diselingi tawa masing-masing.

"Silahkan ... Silahkan duduk!" kata kepala penjara itu mempersilahkan Tedy untuk duduk.

Setelah berbasa-basi sebentar, akhirnya Tedy pun menyampaikan niatnya kepada kepala penjara tersebut.

"Alfon sahabatku! Sebenarnya kedatanganku ke sini adalah ingin meminta bantuan mu," ucap Tedy menyampaikan niatnya.

"Ah, aku jadi ragu dengan ucapan mu itu sobat. Seorang petinggi polisi meminta bantuan kepadaku, yang hanya seorang sipir penjara?" balas Alfon merendah.

Tedy sempat tertawa mendengar sahabatnya itu tidak percaya dengan ucapannya tadi.

"Aku serius sobat, aku butuh bantuanmu untuk saat ini."

"Katakan apa yang bisa aku bantu untukmu sobat? Kalau aku bisa dan mampu, maka aku akan lakukan itu."

"Itu jawaban yang aku butuhkan!" ujar Tedy sambil tersenyum.

"Aku ingin kau meminjamkan tiga orang tahanan mu kepadaku. Dan akan aku kembalikan setelah pekerjaan yang aku berikan kepada mereka, selesai mereka kerjakan." sambung Tedy.

Alfon sempat terkejut juga saat mendengar permintaan Tedy itu.

"Meminjam tiga orang tahanan? Untuk melakukan pekerjaan?" tanya Alfon tidak mengerti dengan permintaan aneh Tedy.

"Begini sobat, ini bukan keinginan ku. Tapi ini adalah atas permintaan dari tuan Alex Montreal sendiri dan dia mengutus ku untuk menyampaikan keinginannya kepada mu." terang Tedy.

"Aku semakin tidak mengerti, terlebih lagi jika Alex Montreal yang menyuruhmu," ujar Alfon merasa sedikit heran.

"Aku tidak perlu menjelaskan secara detail tentang rencana tuan Montreal itu kepada mu sobat. Tapi yang pasti dia menitipkan sesuatu kepadamu!" ujar Tedy sambil meletakan sebuah amplop coklat di atas meja dan menggesernya ke hadapan Kepala sipir penjara.

"Tuan Montreal itu sangat murah hati!" Puji Alfon sambil mengambil amplop itu dan melihat isinya yang berupa sejumlah uang yang banyak.

"Katakan nama-nama ketiga orang yang akan "dipinjam" oleh tuan Montreal." pinta Alfon.

"Mereka bernama Ray, Sosa, dan Alvarez!" sahut Tedy menyebut nama-nama orang tersebut.

"Baiklah!" balas Alfon yang kemudian memanggil salah satu anggotanya untuk membawa Ray dan kawan-kawan ke ruangan itu.

Mereka berbincang sesekali mengenang masa lalu mereka, karena kedua orang itu memang sudah berkawan atau bersahabat sejak lama.

Tak berapa lama kemudian sipir yang disuruh oleh Alfon tadi datang dengan membawa Ray dan kawan-kawannya.

Lihat selengkapnya