HITAM - PUTIH

hendri putra
Chapter #45

Chapter 45 : Sebuah Akhir

Tony mengintip dari tempat persembunyiannya saat ada sebuah mobil berhenti tepat di depan toko tadi.

"Ada apa ini? Kenapa kacau sekali tempat ini?" gumam Diego saat melihat toko itu hancur berantakan.

"Bos! Bos! Kau di mana?!" teriak Diego memangil dan masuk ke dalam toko tersebut.

"Di mana? Di mana?" tanya Diego kepada orang-orang yang berada di dalam toko.

Orang-orang tersebut masih dalam keadaan ketakutan saat itu.

"Diego!" Tony memanggil dari arah pintu masuk toko tersebut.

"Bos, apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" tanya Diego cemas.

"Aku baik-baik saja, ada mobil yang melintas dan melepaskan tembakan ke arah toko ini, bisa jadi mereka sedang mengincar ku saat ini." terang Tony.

"Mereka siapa?" Diego bertanya lagi dengan rasa penasaran.

"Untuk saat ini aku tidak bisa memastikan siapa mereka. Sebelum jatuh korban dari mereka yang tidak tahu apa-apa, lebih baik kita segera pergi dari sini!" ajak Tony.

Namun belum sempat sampai pintu keluar, tiba-tiba saja mobil tadi muncul kembali dan melepaskan tembakan lagi.

"Sial! Mereka datang lagi, semua berlindung!" seru Tony berteriak sambil melompat untuk berlindung.

Dor! Dor! Dor!

Setelah mobil yang menembaki tadi melewati toko itu, Tony segera kembali bangkit dan langsung mengajak Diego untuk segera bergegas masuk ke dalam mobil mereka.

"Cepat nyalakan mobilnya, jangan sampai mereka berputar arah dan kembali lagi ke sini, tapi kita lah yang gantian menghampiri mereka!" suruh Tony kepada Diego.

Diego lantas tancap gas ke arah mobil yang menembaki mereka tadi.

Tony julurkan wajah dan tangannya keluar jendela sambil memegang pistol.

"Itu mereka!" seru Diego saat melihat mobil itu sedang memutar arah.

"Mampus kalian!" seru Tony sambil melepaskan tembakan ke arah mobil tersebut 

Dor! Dor! Dor!

Orang-orang di dalam mobil menunduk untuk berlindung. Kaca depan mobil mereka dan dibeberapa bagian body mobil tersebut bolong akibat dari peluru yang di tembakan oleh Tony.

Diego terus tancap gas dan pergi dari tempat itu.

"Jangan biarkan keparat itu lari, cepat putar arah dan kejar dia!" perintah Ray.

Sosa yang bertindak sebagai sopir dengan cepat memutar stir mobil tersebut, dan langsung injak gas mengejar mobil yang membawa Tony.

Tony yang belum tahu bahwa yang ingin membunuhnya adalah Ray dan kawan-kawan.

Diego membawa mobil itu kelaju kencang tak tentu arah, sedangkan di belakang mereka sudah ada mobil Ray yang terus mengerjar mereka.

"Sekarang bagaimana Bos?" tanya Diego.

"Bisakan kau membawa mobil ini berjalan di sebelah kiri, di jalur yang berlawanan arah?" Tony menjawab pertanyaan Diego dengan pertanyaan pula.

"Bisa!" jawab Diego mantap.

Lalu dia pun membelokan mobilnya dan melaju di lintasan atau jalan yang melawan arah.

Butuh kelihaian untuk melaju kencang di jalan yang berlawanan arah seperti itu. Terlebih lagi mobil itu melaju juga sangat kencang.

Beberapa kali mobil yang dikendari oleh Diego hampir menabrak mobil yang berpapasan dengannya dari depan.

Lihat selengkapnya