Hitam Putih Wanasaba

Wulansaf
Chapter #11

Kehilangan dan Sebuah Luka

Meski aku sering tidak akur dengan Bilal, tapi kehilangannya kali ini benar-benar membuat dadaku sesak. Rupanya yang kulihat itu bukan mimpi, tapi aku benar-benar melihat Bilal berada di depan pintu dalam keadaan sadar sebelum akhirnya ia pergi dan aku tidak mencegahnya. Aku merasa bersalah karena tidak memanggilnya pagi itu, dan sekarang selain Bilal menghilang, Akbar dan Ahmad jatuh pingsan setelah mereka kembali dari mencari Bilal di sekitaran sungai.

Ketika aku melihat bagaimana keadaan mereka berdua, hatiku semakin teriris saat melihat mereka yang kini sudah siuman namun mereka kesurupan. Ustadz Hanif tengah menyadarkan mereka berdua dengan dzikir dan doa-doa. Kali ini orang-orang hitam itu benar-benar mengganggu kedamaian kami setelah kami memutuskan untuk melanjutkan apa yang kami kehendaki, dan mereka rupanya tidak main-main dengan ancaman mereka.

Sekarang jam sebelas siang dan hujan belum berhenti. Sedari tadi semua teman-temanku tak bersuara dan mereka semua murung.

  “Lu inget nggak sih, waktu pertama kali kita dateng dan Ali diculik. Waktu itu gua sering banget ngeledek Bilal, bilang kalo mending dia dituker sama korban penculikannya karena dia nggak berguna.” Kami semua terdiam. Tiba-tiba aku jadi ingat semua ocehanku terhadap Bilal. Mungkin dia memang sering membuatku sebal, tapi ketahuilah ketika dia pergi aku benar-benar kesepian. Tak terasa air mataku kembali menetes karena mencemaskannya.

Tak lama Akbar dan Ahmad telah sadar, sekarang dia sedang istirahat. Satu persatu temanku menghampirinya untuk memastikan kondisinya.

Menjelang sore hari, hujan masih mengguyur desa sebelum siang tadi berhenti beberapa jam. Meski hujan dan kilatan petir turut menerangkan jalanan yang kini sudah gelap, tapi aku ingin mencari Bilal meski Ustadz Ismail telah melarang sebelumnya karena mengingat cuaca yang buruk. Aku tau ke mana aku harus pergi, menuju tempat pertama kali aku melihat adanya hitam dan putih yang begitu kontras. Di goa yang menyeramkan itu mungkin aku bisa melihat siapa yang menghilangkan Bilal.

Lihat selengkapnya