Beberapa hari setelah Raka mengajak Fauzia bertemu dengan keluarganya. Ia kembali bekerja ke luar kota, bahkan kali ini akan menghabiskan waktu cukup lama.
Sedangkan Fauzia yang kembali sibuk di konveksi, tentu tidak terlalu merasa keberatan akan hal itu. Meski semakin hari berlalu, semakin ia merasa rindu.
Namun jarak bukanlah pemisah hubungan mereka, terlebih sikap dan perhatian Raka yang selalu ia tunjukkan pada Fauzia. Membuat Fauzia tidak merasa diabaikan dan ditinggalkan begitu saja.
Tiap bulan lelaki itu rutin mentransfer uang pada Fauzia, tanpa diminta. Bahkan ia sering tiba-tiba memesankan makanan ke kontrakan Fauzia, terlebih saat Fauzia diharuskan kerja lembur.
Sampai akhirnya hampir tiga bulan berlalu, hari di mana Raka, Guniar dan Deris akan kembali beberapa hari lagi. Mereka tiba-tiba membuat sebuah grup obrolan, dan memasukkan Fauzia ke dalam grup tersebut.
Rosita
Grup apaan nih?
Guniar
Bentaran lagi kita pulang, jadi mau bahas sesuatu.
Biar enak, jadi buat grup aja.
Delia
Emang mau bahas apa?
Deris
Kita healing sayang.
Rosita
Wah, boleh banget.
Raka
Ada saran tempat wisata bagus nggak?
Delia
Mau yang kayak gimana dulu?
Nanti bantu cari.
Deris
Kalau bisa yang cocok buat ngadem.
Guniar
Yang bagus buat foto-foto juga.
Raka
Ada tempat buat makannya juga, kalau bisa.
Rosita
Hm … gimana kalau ke tempat wisata yang beberapa bulan lalu aku kunjungi.
Yang itu tuh, udah aku post kok di IG.
Guniar
Yang kamunya pake baju hitam, celana jeans bukan?
Rosita
Nah, iya.
Delia
Oh, iya aku juga udah pernah lihat postingan kamu yang itu, Ros.
Tempatnya enak banget. Ayo ke sana semuanya!
Guniar
Gas deh.
Gimana, Ka. Lo setuju?
Raka
Boleh.
Fauzia
Wah, udah rame aja.
Lagi bahas apa nih?
Rosita
Baca deh di atas, wkwk.
Lagian ke mana aja sih, baru nongol.
Fauzia
Baru beres mandi, lembur lagi soalnya.
Oh, iya. Kapan?
Raka
Hari Minggu depan paling, ya.
Gimana?
Deris
Gas lah.
Fauzia
Oh, boleh banget.
Aku udah gajian, kok.
Delia
Biarkan para lelaki yang traktir, Zi.
Rosita
Setuju banget.