hope beyond my limits

Nur dotul jannah
Chapter #1

Chapter tanpa judul #1

BAB 1


Langkah Pertama Menuju Harapan


Embun pagi masih menempel di dedaunan ketika suara ayam berkokok membangunkan desa kecil tempat Andriani tinggal. Matahari belum sepenuhnya muncul, tetapi kehidupan sudah mulai bergerak.


"Andriani, bangun, Nak. Nanti terlambat sekolah," panggil Bu Sinta dengan suara lembut.


Andriani membuka matanya perlahan. Ia tersenyum kecil lalu segera merapikan tempat tidurnya. Baginya, setiap pagi adalah awal baru untuk belajar sesuatu.


Sebelum bersiap ke sekolah, ia membantu ibunya menyapu halaman dan menimba air. Setelah itu, ia menyiapkan sarapan sederhana bersama sang ibu.


"Terima kasih sudah membantu Ibu," ucap Bu Sinta sambil mengusap kepala putrinya.


Andriani hanya tersenyum.


"Kalau Andriani membantu, pekerjaan Ibu jadi lebih ringan."


Tak lama kemudian, Pak Arif keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian kerja yang sudah tampak usang. Wajahnya terlihat lelah, tetapi senyumnya tidak pernah hilang.


"Ayah berangkat dulu. Belajar yang rajin, ya."


"Iya, Yah. Hati-hati di jalan."


Pak Arif bekerja sebagai buruh harian. Penghasilannya tidak menentu. Ada hari ketika ia membawa pulang cukup uang untuk kebutuhan keluarga, tetapi ada juga hari ketika ia pulang dengan tangan kosong. Meski begitu, ia selalu berkata bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan anaknya.



---


Jarak sekolah dari rumah Andriani sekitar tiga kilometer. Ia terbiasa berjalan kaki sambil menikmati udara pagi.


Di tengah perjalanan, seseorang melambaikan tangan.


"Andriani!"


Ia menoleh dan tersenyum.


"Bima!"


Bima Prasetyo adalah sahabatnya sejak kecil. Mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama.


Lihat selengkapnya