HTS

Muhammad Ahnaf Putranto
Chapter #5

Semakin Dekat

Kevin dan Alya semakin sering menghabiskan waktu bersama karena kegiatan klub gabungan. Setiap hari, mereka berdua selalu menemukan alasan untuk berbicara dan bertukar cerita. Kevin, yang awalnya pendiam, mulai merasa nyaman berbagi berbagai hal dengan Alya. Di sisi lain, Alya merasa senang bisa mengenal Kevin lebih dalam.

Di sela-sela kegiatan klub, mereka sering menghabiskan waktu di perpustakaan, duduk berdampingan sambil membaca buku atau mengerjakan tugas. Alya, yang ceria dan penuh semangat, selalu berhasil membuat Kevin tersenyum, bahkan ketika ia sedang dalam suasana hati yang buruk.

Suatu hari, Alya memperkenalkan Kevin pada teman-temannya yang lain, seperti Lina dan Wawan, yang sedang mengerjakan proyek mural di koridor sekolah. “Hai Kevin, kamu sudah pernah lihat mural kita belum?” tanya Lina dengan semangat.

Kevin tersenyum dan mengangguk. “Sudah, keren banget. Kalian hebat,” katanya, merasa kagum dengan kreativitas Lina dan Wawan.

“Ayo, kalau mau, kamu bisa ikut bantu,” tawar Wawan sambil memberikan kuas pada Kevin. Kevin tertawa kecil dan menolak dengan sopan, “Aku kurang berbakat di seni, lebih baik aku menonton saja.”

Mereka semua tertawa dan melanjutkan pekerjaan mereka, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keceriaan.

Pada hari lain, Alya dan Kevin bergabung dengan Fitri dan Budi dari klub astronomi yang sedang mengamati bintang di halaman sekolah. “Kevin, Alya, kalian mau lihat Saturnus? Cincin planetnya terlihat jelas malam ini,” kata Fitri dengan antusias.

Kevin yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan astronomi, merasa senang bisa belajar sesuatu yang baru. “Boleh, aku penasaran,” jawabnya. Alya dan Kevin pun ikut mengamati bintang melalui teleskop bersama Fitri dan Budi, menambah pengalaman berharga dalam kebersamaan mereka.

Tidak lama setelah itu, Alya mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Kevin di taman sekolah. “Kevin, aku merasa kita semakin dekat. Kamu pernah berpikir untuk... lebih dari sekadar teman?” tanyanya dengan suara pelan.

Kevin terdiam sejenak, merasa bingung dan cemas. "Alya, aku... aku belum siap untuk pacaran. Maafkan aku," jawabnya dengan suara yang terdengar ragu.

Alya merasa hatinya sedikit sakit mendengar jawaban Kevin. Namun, ia mencoba untuk tetap tersenyum. "Tidak apa-apa, Kevin. Aku mengerti. Aku hanya ingin tahu perasaanmu," katanya dengan lembut.

Kevin merasa bersalah karena tidak bisa memberikan jawaban yang diharapkan Alya. Ia tahu bahwa ada sesuatu yang ia sembunyikan, sesuatu yang membuatnya ragu untuk memulai hubungan baru.

Meskipun merasa sedikit terluka, Alya berusaha untuk tetap dekat dengan Kevin. Ia percaya bahwa dengan waktu dan kesabaran, Kevin akan bisa membuka hatinya. Namun, semakin hari, Alya semakin merasa frustrasi dengan ketidakpastian hubungan mereka.

Lihat selengkapnya