HTS

Muhammad Ahnaf Putranto
Chapter #11

Pelajaran Bu Rahayu

Kevin tertegun di bangku belakang kelas. Pandangannya kosong, seolah-olah jiwanya mengembara jauh dari tempat itu. Di depan kelas, Bu Rahayu, guru agama, sedang menjelaskan topik tentang pentingnya iman dalam kehidupan sehari-hari. Suara Bu Rahayu yang biasanya mampu menarik perhatian murid-muridnya, kali ini terdengar samar di telinga Kevin yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Kevin, kamu baik-baik saja?” tanya Ravi, teman sekelasnya, yang duduk di sampingnya. Kevin hanya mengangguk pelan tanpa berkata apa-apa.

Di depan, Bu Rahayu mengalihkan perhatiannya kepada murid-murid, “Apakah ada yang memiliki pertanyaan atau pendapat tentang topik yang kita bahas hari ini?”

Rian, seorang siswa yang dikenal sering bersikap skeptis, mengangkat tangannya. “Bu, saya ingin bertanya. Bagaimana kita bisa tahu bahwa semua yang diajarkan agama itu benar? Maksud saya, kita tidak pernah benar-benar melihat atau mengalami hal-hal tersebut secara langsung, kan?”

Bu Rahayu tersenyum, “Pertanyaan yang bagus, Rian. Iman adalah tentang kepercayaan dan keyakinan yang datang dari dalam hati kita. Terkadang, hal-hal yang tidak terlihat dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah justru memiliki dampak yang besar dalam kehidupan kita.”

Rian mengernyitkan dahi, “Tapi, bukankah lebih baik kita hanya percaya pada hal-hal yang bisa dibuktikan?”

“Kepercayaan itu bukan hanya tentang apa yang bisa kita lihat atau buktikan, Rian. Ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dijelaskan dengan logika atau sains, tetapi kita tetap mempercayainya karena itu memberi kita harapan dan makna,” jawab Bu Rahayu dengan lembut.

Sementara itu, di bagian belakang kelas, percakapan kecil mulai muncul di antara beberapa siswa.

“Tahu gak, kemarin aku lihat video lucu banget di YouTube tentang guru yang nyanyi sambil ngajar. Kebayang nggak kalau Bu Rahayu nyanyi di depan kelas?” kata Budi, sambil tertawa kecil.

“Budi, kamu emang selalu ada-ada aja, deh,” jawab Fitri, sambil menahan tawa.

“Eh, tapi seriusan. Gimana kalau kita bikin Bu Rahayu nyanyi? Kita tantang aja!” usul Wawan, ikut tersenyum lebar.

Senyum tipis muncul di wajah Kevin mendengar percakapan itu, meski matanya tetap menatap kosong ke depan. Tawa dan canda teman-temannya sedikit menghangatkan hatinya yang sedang terluka.

Lihat selengkapnya