HTS

Muhammad Ahnaf Putranto
Chapter #13

Amerika

Kevin berdiri di depan jendela apartemennya yang baru di Amerika, memandang keluar ke arah kota yang hiruk-pikuk dengan gedung-gedung tinggi dan lampu-lampu neon yang berkelap-kelip. Perpindahan ini terasa seperti mimpi yang aneh, jauh dari kehidupan lama yang penuh dengan kenangan pahit. Saat dia menarik napas dalam-dalam, Kevin mencoba meresapi udara baru ini, berharap dapat menemukan kedamaian di tengah keramaian yang asing.

Lingkungan baru ini memberikan Kevin kesempatan untuk memulai dari awal. Orang tua Kevin telah memutuskan bahwa pindah ke Amerika adalah langkah terbaik untuk kesehatan mentalnya setelah kejadian traumatis di pesantren. Mereka berharap suasana baru ini dapat menjadi terapi yang efektif bagi Kevin untuk melupakan masa lalunya yang kelam.

Di sekolah barunya, Kevin mencoba menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan yang berbeda dan budaya yang asing. Pada awalnya, dia merasa kesepian dan canggung, tetapi seiring waktu, dia mulai menemukan kenyamanan dalam rutinitas barunya. Kevin berusaha fokus pada pelajaran dan mencoba berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya.

Kevin mulai menjalani sesi terapi dengan psikiater barunya, Dr. Ellen Cooper. Dr. Cooper adalah seorang psikiater berpengalaman yang memiliki pendekatan holistik terhadap kesehatan mental. Dia tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencoba memahami kehidupan dan latar belakang pasiennya secara menyeluruh.

Di salah satu sesi pertama mereka, Dr. Cooper bertanya dengan lembut, "Kevin, bagaimana perasaanmu tentang pindah ke Amerika? Apakah kamu merasa ini adalah keputusan yang tepat?"

Kevin menghela napas dan menjawab, "Ini sangat berbeda dari apa yang pernah saya bayangkan. Tapi saya pikir, mungkin ini yang saya butuhkan. Lingkungan baru, orang-orang baru. Mungkin di sini, saya bisa mulai lagi."

Dr. Cooper tersenyum, "Lingkungan baru memang bisa memberikan perspektif baru. Saya ingin kamu tahu bahwa proses penyembuhan tidak mudah dan tidak instan. Tapi kita akan melalui ini bersama, langkah demi langkah."

Dalam sesi terapi berikutnya, Dr. Cooper memperkenalkan Kevin pada berbagai teknik terapi, termasuk seni sebagai bentuk ekspresi diri. Kevin, yang sebelumnya tidak pernah tertarik pada seni, mulai menemukan ketertarikan baru dalam melukis. Jack, yang adalah seorang seniman, dengan senang hati mengajak Kevin untuk bergabung dalam kelas seni di komunitas mereka.

Lihat selengkapnya