HUJAN DEWI BATARI

Call Me W
Chapter #23

PENJELASAN SANG DEWI

Raden Admaja merasakan darahnya menggelegak hebat di dadanya. Saat si penunggang kuda itu menurunkan topengnya dan menoleh ke arah suara pertempuran. Wajah Mahapatih Wiratama yang tepat berada di bawahnya itu seolah tersenyum padanya. Mengejeknya.

“Raden?”

“Baru semalam kami membuat kesepakatan, Dewi.”

“Duduklah, Raden.”

Kali ini Raden Admaja menurut. Lalu menceritakan tentang pertemuan mereka semalam. Semuanya, tanpa terlewat.

Dewi Batari menghela napas panjang sebelum berkata-kata. “Surat itu tidak akan pernah sampai ke kerajaan Pulau Seberang, Raden.”

“Maksud Dewi?”

“Mahapatih Wiratama menginginkan perang untuk dirinya sendiri. Sedang surat itu dijadikan sebagai bukti pada para pengikutnya. Bahwa Raden menyetujui pemberontakan pada Raden Jayasena. Sedangkan persekutuannya dengan Raja Anggabaya sudah lama berlangsung sebelum utusan itu didatangkan ke Jayakarta. Tujuan Raja Anggabaya dan Mahapatih Wiratama mengirim utusan itu tidak lain ialah untuk menarik Raden Jayasena ke luar dari tempat persembunyiannya. Atau bagaimana caranya agar medan perang berada di bumi Jayakarta. Walaupun tindakan Raden Jayasena terhadap utusan itu benar-benar di luar dugaan mereka."

Raden Admaja mendengarkan dengan seksama. Berusaha menampung semua penjelasan yang didapatnya.

"Seperti yang diketahui oleh Mahapatih Wiratama dengan baik, harga diri Raden Jayasena akan kekuasaannya sangatlah tinggi. Tapi, selama ini yang menjalankan tugas perluasan kekuasaan malah diserahkan sepenuhnya pada beliau. Sedangkan Raden Jayasena sendiri terlalu sibuk tentang bagaimana cara menyingkirkan Raden. Utamanya dari mata para pendukung Raden yang sesungguhnya masih ada hingga saat ini,” kata Dewi Batari menjelaskan panjang lebar.

Raden Admaja membelalakkan matanya. Nyaris tak percaya. Ada secercah rona kebahagiaan yang membayang di wajahnya. Hatinya seketika terasa menghangat oleh satu kemungkinan yang dirasanya sangat mustahil itu. Bahwa masih ada yang berpihak padanya.

Lihat selengkapnya