Hujan Di Tengah Badai

Shanty Dewi Shanty
Chapter #14

Chapter tanpa judul #14

Malam harinya, Leo datang ke apartemen Maura dengan sebuket bunga lili putih. Aroma bunganya memenuhi ruang tamu ketika ia meletakkannya di atas meja.

Maura duduk di sofa, masih mengenakan pakaian yang dipakainya sejak pulang dari kantor. Sejak sore, ia belum banyak melakukan apa-apa. Tasnya masih tergeletak di dekat pintu, sementara berkas presentasi yang dibawanya pulang belum dikeluarkan.

Leo duduk di sampingnya dan mengusap rambutnya dengan lembut.

“Jangan sedih, Sayang.”

Maura tidak menjawab. Ia menatap tangannya sendiri, memperhatikan gelang perak yang masih melingkar di pergelangan kirinya.

“Aku sudah bilang bahwa kamu belum siap menghadapi tekanan sebesar itu,” lanjut Leo. “Dunia kerja bisa sangat keras. Orang-orang di luar sana punya banyak tuntutan dan tidak selalu peduli dengan keadaanmu. Kamu masih dalam proses pemulihan, Maura. Kamu tidak perlu memaksakan diri hanya untuk membuktikan sesuatu kepada mereka.”

Maura menelan ludah. Ia teringat wajah Pak Hendra ketika menyuruhnya pulang. Rasa malu kembali muncul, disusul kekhawatiran bahwa kesempatan yang baru saja didapatkannya mungkin tidak akan datang lagi.

“Padahal aku sudah menyiapkan semuanya,” katanya. “Aku tahu isi naskah itu. Aku tahu apa yang ingin kusampaikan. Tapi tadi aku tidak bisa berpikir dengan benar.”

Leo mengusap bahunya.

“Itulah sebabnya kamu harus belajar mengenali batas kemampuanmu. Kalau kamu memaksakan diri, kamu bisa kehilangan semua kemajuan yang sudah kita capai.”

Maura menunduk lagi.

“Untuk sementara, mungkin kamu perlu mengambil libur panjang dari kantor,” lanjut Leo. “Jangan buru-buru kembali ke situasi yang bisa membuatmu tertekan. Biar aku yang membantu mengurus keperluanmu. Kamu tidak perlu menghadapi semuanya sendirian.”

Ia berhenti sebentar, lalu menambahkan dengan suara lebih lembut, “Biar aku saja yang menjadi duniamu sekarang.”

Maura tidak membantah. Ia menggeser tubuhnya mendekat, lalu menyandarkan kepala di dada Leo. Di dalam pelukan itu, ia merasa lelahnya sedikit berkurang. Ia tidak harus menjelaskan apa-apa atau mencari alasan atas kegagalannya. Leo sudah menyediakan jawaban yang bisa ia terima: dirinya belum siap, dunia luar terlalu keras, dan ia masih membutuhkan perlindungan.

Lihat selengkapnya