Hujan Di Tengah Badai

Shanty Dewi Shanty
Chapter #19

Chapter tanpa judul #19

Dengan memanfaatkan kenalannya, Leo mengatur pertemuan dengan kepala kantor Maura. Di ruangan tertutup, ia menjelaskan kondisi kesehatan Maura dengan nada prihatin sambil menunjukkan laporan medis yang tampak meyakinkan.

Kepala kantor yang sudah mengenal nama Leo dan menghormati keahliannya menerima penjelasan tersebut tanpa banyak bertanya. Ia bahkan menyetujui perubahan tugas Maura sebelum berbicara langsung dengan wanita itu.

Tak lama kemudian, sejumlah proyek buku besar dialihkan kepada editor lain. Maura yang selama ini dikenal sebagai editor senior dan sering dipercaya menangani naskah penting kini hanya mendapat tugas memeriksa laporan kantor dan dokumen arsip yang membosankan.

Ia mencoba bertanya kepada atasannya, tetapi keputusan itu sudah dibuat. Tidak ada yang benar-benar meminta pendapatnya.

Pekerjaan yang selama ini menjadi bagian penting hidupnya perlahan-lahan terlepas dari tangannya. Ia tidak lagi membaca cerita yang membuatnya tertarik, tidak lagi berdiskusi dengan penulis, dan tidak lagi punya alasan untuk bertahan lebih lama di kantor. Bahkan tempat yang dulu memberinya ruang untuk berpikir dan berkreasi kini terasa asing.

Leo telah menutup salah satu jalan yang selama ini digunakan Maura untuk menjauh sejenak dari rasa bersalahnya. Tanpa naskah-naskah fiksi itu, ia harus menghadapi pikirannya sendiri lebih sering, sementara Leo terus meyakinkannya bahwa hanya dirinya yang mampu membantu.

"Kamu menghancurkan pekerjaanku, Leo!"

Malam itu, Maura akhirnya tidak sanggup menahan kemarahannya. Ia berdiri di tengah ruang tamu apartemen, menunjuk ke arah Leo yang sedang duduk di sofa sambil membolak-balik majalah kesehatan.

Dadanya naik turun. Air mata mulai menggenang, tetapi kali ini bukan semata-mata karena sedih. Ia marah karena keputusan tentang hidupnya dibuat tanpa persetujuannya. Ia marah karena pekerjaan yang dicintainya direnggut, sementara orang yang melakukannya terus menyebut tindakannya sebagai bentuk perlindungan.

Leo bahkan tidak segera mengangkat kepala.

"Aku tidak menghancurkannya, Maura. Aku justru sedang melindungimu. Pikiranmu belum cukup kuat untuk memikirkan cerita-cerita sedih di buku itu. Kamu terlalu gampang ikut sedih memikirkan penderitaan tokoh di dalam cerita, dan hal itu memancing kembali rasa takutmu dari masa lalu."

Nada bicaranya tetap rendah. Ia menjawab seolah sedang menjelaskan sesuatu kepada pasien yang belum memahami kondisinya, bukan kepada seorang perempuan yang baru saja kehilangan pekerjaan yang disukainya.

Sikap itu membuat Maura semakin kesal. Ia ingin Leo marah, membentak, atau setidaknya menunjukkan bahwa ia memahami besarnya masalah ini. Namun, pria itu justru terus berbicara dengan sabar, seakan kemarahan Maura hanya membuktikan bahwa dirinya memang belum sehat.

"Tapi aku senang dengan pekerjaan memeriksa buku cerita itu, Leo! Kenapa kamu malah menyuruh kepala kantor memindahkan aku ke bagian gudang arsip?!"

Leo menutup majalahnya dan meletakkannya di meja.

"Senang?"

Ia berdiri, kemudian berjalan mendekati Maura. Wanita itu tidak mundur, tetapi tangannya mulai terasa dingin. Leo tidak perlu meninggikan suara untuk membuat kehadirannya terasa menekan.

"Atau kamu cuma senang berpura-pura menjadi wanita yang normal? Buku cerita fiksi itu cuma membuatmu lari dari kenyataan hidup. Sekarang, kamu harus menghadapi kenyataan yang sebenarnya, dan kenyataan hidupmu itu adalah aku. Bukan buku-buku bodoh itu."

Maura menatapnya. Kata-kata itu menyakitkan bukan hanya karena Leo merendahkan pekerjaannya, tetapi juga karena pria itu sedang mengambil sesuatu yang paling ia sukai dan menggunakannya untuk menyerang dirinya.

Leo berhenti tepat di depannya. Perbedaan tinggi mereka membuat Maura harus sedikit mendongak untuk menatap wajahnya.

"Mengatur hidup itu cuma bayangan bohong yang kamu buat sendiri di kepala. Kamu sudah tidak bisa mengatur hidupmu sejak hari Dika memilih untuk bunuh diri. Aku di sini untuk memberikan aturan yang nyata. Aturan untuk masa depanmu."

Lihat selengkapnya