Hujan Di Tengah Badai

Shanty Dewi Shanty
Chapter #21

Chapter tanpa judul #21

Maura tidak segera menjawab. Bibirnya bergerak sedikit, tetapi tak ada kata yang keluar. Ia seperti sedang berusaha membantah ucapan Dona, sementara sebagian dirinya justru mengakui kebenaran di baliknya.

Ada hal-hal yang ia rindukan. Ia rindu membaca naskah di meja kerjanya tanpa harus memikirkan apakah pekerjaannya akan membuat Leo khawatir. Ia rindu tertawa bersama teman-teman tanpa merasa perlu menjelaskan apa yang membuatnya senang. Ia bahkan rindu percakapan sederhana yang tidak berakhir dengan penilaian tentang kondisi pikirannya.

Namun, kerinduan itu segera disusul ketakutan. Bagaimana kalau Dona benar-benar membawanya pergi, lalu ia kembali terpuruk seperti dahulu? Bagaimana kalau rasa bersalah tentang Dika kembali menguasai hari-harinya? Selama ini, Leo selalu hadir ketika pikirannya terasa terlalu berat. Membayangkan kehilangan satu-satunya orang yang ia anggap mampu memahami dirinya membuat Maura sulit mengambil keputusan.

"Leo bilang kamu adalah orang yang bisa memancing rasa cemas itu muncul lagi, Don," katanya pelan. Pandangannya jatuh ke ujung sepatu. "Kata dia, kehadiranmu dan obrolanmu cuma akan membuat aku ingat kembali pada masa lalu yang menyakitkan, ingat pada batu nisan di kuburan. Kata dia aku harus membuang semua hal yang menghubungkan aku dengan masa lalu supaya bisa sembuh total bersamanya."

"Itu cara dia mengatur hidupmu, Ra!"

Dona memegang kedua pundak Maura. Ia tidak mengguncang tubuh sahabatnya, tetapi genggamannya cukup kuat untuk membuat Maura kembali menatapnya.

"Dia sengaja menjauhkanmu dari orang-orang yang bisa membantumu melihat keadaan dengan lebih jelas. Dia membuatmu merasa tidak punya tempat lain untuk pergi selain kembali kepadanya. Dia memakai kesedihan kita, rasa sakit kita, dan kehilangan kita untuk membenarkan semua aturan yang dia buat. Tolong, Ra. Ikut aku sebentar saja. Kita bicara di tempat yang tidak dia ketahui. Tidak ada kamera pengawas, tidak ada alat pemantau, tidak ada aturan pengobatan dari dia. Cuma kita berdua, seperti dulu."

Maura membuka mulut, tetapi belum sempat menjawab ketika bunyi klakson panjang memecah kesunyian tempat parkir bawah tanah itu.

Suara nyaringnya bergema di antara tiang-tiang beton. Beberapa orang yang berada jauh di ujung lorong menoleh. Maura tersentak dan spontan menarik tangannya dari genggaman Dona.

Sebuah mobil hitam besar melaju cepat memasuki lorong parkir. Cat bodinya mengilap, nyaris tanpa goresan. Mobil itu mendekati mereka, lalu berhenti mendadak di sisi tempat mereka berdiri. Ban bergesekan keras dengan lantai semen. Bau karet yang panas tercium sesaat setelah kendaraan itu berhenti.

Dona mundur setengah langkah. Ia belum melihat siapa yang berada di balik kemudi, tetapi cara mobil itu melaju sudah cukup membuatnya waspada.

Pintu pengemudi terbuka.

Leo turun tanpa tergesa-gesa. Ia menutup pintu mobil, merapikan ujung kemeja abu-abu gelapnya, lalu mengarahkan pandangan kepada Maura dan Dona. Tidak ada teriakan. Ia juga tidak menunjukkan kemarahan seperti orang yang baru saja memergoki sesuatu yang tidak disukainya.

Justru sikapnya yang tenang membuat Dona semakin berhati-hati.

Wajah Leo memperlihatkan kekecewaan yang seolah sudah dipendam sejak lama. Ia berjalan menghampiri mereka dengan langkah teratur. Kemeja berkerah tegak yang dikenakannya tampak rapi, celana kainnya pas di badan, dan jam tangan mahal melingkar di pergelangan tangan kanannya.

Ia tidak terlihat seperti seseorang yang kehilangan kendali. Ia tampak seperti orang yang datang untuk mengambil kembali sesuatu yang menurutnya telah berada di tempat yang salah.

Dona berusaha mempertahankan posisinya. Meski begitu, ketika Leo semakin dekat, ia tanpa sadar menggeser satu kaki ke belakang. Ia segera menyadarinya dan menegakkan tubuh kembali, kesal pada dirinya sendiri karena membiarkan kehadiran pria itu memengaruhi keberaniannya.

"Dona," panggil Leo.

Suaranya rendah, tetapi terdengar jelas di lorong parkir.

Ia berhenti beberapa langkah dari mereka, cukup dekat hingga Dona bisa melihat perubahan kecil pada wajahnya.

Lihat selengkapnya