Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)

Indra Afriza Arsad
Chapter #4

Alamat yang Disalin Berulang Kali

Sejak menemukan alamat Kantor Redaksi di halaman belakang majalah sastra itu, Bram mulai memiliki kebiasaan baru. Ia menyalinnya. Berulang kali. Di buku catatan. Di lembar bekas tugas sekolah. Bahkan di sobekan kertas pembungkus gula yang ditemukannya di dapur.

Jakarta. Nama kota itu seperti mantra. Semakin sering ia menulisnya, semakin besar kota itu tumbuh di dalam kepalanya. Padahal ia belum pernah melihatnya langsung. Belum pernah menginjakkan kaki di sana. Bahkan belum pernah melihat fotonya selain gambar-gambar kecil di majalah. Hanya di dalam benaknya, Jakarta terasa lebih nyata dibanding sebagian hal yang ada di sekelilingnya.

Suatu sore, Pak Ridwan menemukan Bram masih duduk sendirian di kelas setelah semua murid pulang. Buku catatan terbuka. Pensil bergerak. Dunia seolah berhenti.

"Kau tidak pulang?"

Bram tersentak. "Sebentar lagi, Pak."

Pak Ridwan mendekat. Matanya menangkap satu nama yang ditulis berkali-kali di pojok halaman. Jakarta. Guru itu tersenyum tipis.

"Pengen ke sana?"

Bram ragu, lalu mengangguk.

Pak Ridwan menarik kursi. Duduk di sebelahnya.

"Waktu saya seusiamu, saya juga pingin pergi ke sana."

Bram menoleh. "Bapak?"

"Iya."

"Terus?"

Lihat selengkapnya