Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)

Indra Afriza Arsad
Chapter #14

Foto di Dalam Lemari

Sore itu hujan turun sebentar. Tidak deras. Hanya cukup untuk membuat halaman kontrakan basah dan udara menjadi lebih sejuk. Surya sedang membongkar lemari kayu tua di ruang tengah.

"Kunci inggrisnya di mana ya..."

Bram langsung beringsut mendekat. "Biar saya bantu, Pak."

"Boleh."

Mereka mulai mengeluarkan isi lemari satu per satu. Kaleng bekas biskuit. Kotak perkakas. Beberapa buku lusuh. Sebuah album foto yang sampulnya mulai mengelupas. Saat Bram hendak memindahkannya, selembar foto terlepas dan jatuh ke lantai. Ia memungutnya. Foto seorang anak laki-laki berseragam sekolah dasar sedang tersenyum sambil memegang layang-layang, di belakangnya berdiri Surya yang terlihat jauh lebih muda.

"Pak..." Bram menyerahkan foto itu. "Ini siapa?"

Surya menghentikan pekerjaannya. Matanya singgah pada foto itu cukup lama. Lalu ia menerimanya perlahan.

"Anakku."

Bram terdiam. Ia belum pernah mendengar Surya bercerita tentang keluarga.

"Namanya Dimas." Surya tersenyum kecil. "Usianya dua belas tahun di foto itu."

Lemari belum selesai dibereskan. Namun Surya justru duduk di lantai. Foto itu masih berada di tangannya.

"Dulu aku kerja serabutan. Kadang kuli bangunan. Kadang angkut barang di pasar. Pokoknya kerja apa saja."

Bram ikut duduk. Ia tidak menyela.

"Istriku sudah pergi beberapa tahun sebelumnya. Capek hidup susah." Surya tersenyum tipis. "Aku tidak pernah menyalahkan dia. Bertahan hidup memang tidak mudah."

Ia memandang foto itu lagi. "Jadi tinggal aku dengan Dimas."

"Dimas anak yang pendiam. Kalau aku pulang malam, dia suka pura-pura tidur. Padahal dia menungguku."

Lihat selengkapnya