Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)

Indra Afriza Arsad
Chapter #45

Nama di Undangan

Suatu sore sebuah amplop tiba di kontrakan. Lumayan rapi, ada kop surat dengan tata huruf yang terasa berkelas. Namun isi dari amplop itu sebenarnya yang membuat Bram membacanya sampai berulang kali. Ia diundang sebagai pembicara. Bukan peserta. Bukan penonton. Bukan penggembira. Pembicara.

Untuk beberapa detik ia hanya duduk memandangi surat itu. Karena sebagian dirinya masih mengingat masa ketika ia datang ke acara-acara semacam itu hanya untuk duduk di pojok ruangan. Mendengarkan. Mencatat. Lalu pulang. Sekarang sebuah lembaga secara resmi meminta pendapatnya. Perasaan itu aneh. Menyenangkan, dan sedikit membuat risih. Dia mempertanyakan apakah dirinya sudah pantas berada di posisi itu.

Malam harinya ia menemui Surya.

"Aku diundang jadi pembicara."

"Bagus."

"Bapak nggak nanya diundang siapa?"

Surya menyeruput kopi. "Nanti juga kau cerita."

Benar saja. Bram akhirnya menceritakan semuanya. Detail demi detail. Surya mendengarkan. Seperti biasa. Sampai akhirnya Bram selesai.

"Takut?" tanya Surya.

Bram diam sejenak. "Lumayan."

"Bagus."

"Loh?"

Lihat selengkapnya