Hujan Tak Berpayung

Syaiful Alim
Chapter #4

Episode 4 Bandaraya

Episode 4

Bandaraya

 

PADA sebuah pagi yang grogi oleh mendung.

DADA pak Gafar ditenangkan dengan secangkir wedang jahe.

MULUT Alfan menyemburkan asap rokok.

BIBIR Alfin berasa basah oleh madurasa sachet.

 

Seusai menuntaskan pembuatan bumbu kacang, Pak Gafar mengajak Alfan dan Alfin berbincang. Sepenting apa?

“Kalian tahu Mang Mulyady?”

“Tahu. Kenapa, Pak?”

“Bagaimana kalau mulai besok, kita beli ikan sapu-sapu darinya?”

“Maksudnya?”

“Untuk apa, Pak?”

“Pengganti ikan tenggiri …”

“Maksudnya bahan pokok siomai diganti dengan ikan sapu-sapu?”

“Iya, benar.”

“Mengapa, Pak?”

“Kalian pasti sudah tahu, harga-harga sembako naik gak karuan. Ikan tenggiri, ayam, udang, tepung tapioka, tepung terigu, telur, minyak wijen, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, garam, gula putih, gula merah, merica, tahu, kol, pare, kentang, kecap, jeruk limau, asam jawa, dan kacang; melonjak gila-gilaan. Ekonomi sedang sulit. Pembeli berkurang …”

“Tapi, bagaimana dengan para pelanggan, Pak? Pasti mereka merasakan perbedaan. Malah, mereka akan kabur.”

“Benar, betul kata Alfin, Pak.”

“Bagaimana kalau komposisinya yang ditekan? Tidak full tenggiri, ditambahi berapa persen ikan sapu-sapu. Meski ini tetap beda tekstur dan rasa.”

“Benar, betul kata Alfin, Pak.”

Lihat selengkapnya