Episode 6
Terlilit Ivan Illich
DI RUMAH. MALAM.
Suara panggilan WhatsApp mengusik keasyikan Alfan menikmati musik asyik. Nomor asing alias belum ter-save di kontak telepon. Ketika mengamati foto profil penelepon, Alfan teringat wajah perempuan di dalam mobil yang memberinya limapuluh ribu. Alfan mengangkat panggilan: halo, dengan siapa, ada apa, cari siapa?
Sang penelepon menyebut nama: Alfin.
Alfan berteriak, memanggil Alfin yang sedang sibuk membaca buku; nih, telepon, ganggu ajah. Tinggi’in volume speaker.
“Alfin?”
“Iya.”
“Sorry, disturb you …”
“Tidak apa-apa.”
“Bagaimana?”
“Gila! Hasil kerjaanmu benar semua, dapat seratus! Jenius!”
“Terima kasih.”
“Tapi ini rahasia. Kalau kamu sudah sekelas denganku, jangan dibocorin. Deal?”
“Deal.”
“Gila lagi! Kamu viral di sekolah! Video rekaman itu dapat ratusan komentar positif.”
“Terima kasih.”
“Pekan depan, are you ready for school?”
“Ready. Thank you.”
“Udah dulu ya. Aku mau nemenin nenek belanja. Da-da.”
Alfin menyerahkan ponsel kembali ke Alfan.
“Sekolah?”
“Iya.”
“Gila apa kamu, Fin! Biaya dari mana? Sudah bilang bapak?”
“Belum.”
“Ngapain sekolah? Hah?”
“Aku beda dengan kamu, Kak Fan …”