Episode 7
Veni, Vidi, Vici
DI SEKOLAH.
Bapak Josep Suherman, selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum, mengantar Alfin ke kelasnya. Diterima oleh yang mengajar pada jam itu, Pak Zachery Abizar, guru mata pelajaran Seni Budaya. Pak Zachery Abizar yang modis. Rambut klimis, berkumis tipis, berkemeja hijau jeruk nipis, bersepatu pantofel hitam, dan berdasi warna burgundy.
Mata elang Alfin Zed mencari sosok yang dikenalinya, Alifia Brightcatchdeep. Hup, ketemu, barisan lurus meja guru, meja ketiga. Teman sebelah Alifia, menjawil pinggangnya. Alifia mengisyaratkan diam dengan jari telunjuk di bibir. Sssttt. Pipi Alifia merona. Dan Alfin merana.
Anak-anak semua, ini murid baru, tambahan penghuni kelas kalian.
Kalian sudah mengenalnya?
Belum … belum … belum …
Tidak kenal, maka denial.
Tidak tahu, makan tempe saja.
Ha-ha … ha-ha … ha-ha …
Mari, perkenalan diri.
Nama saya, my name is Alfin Zed. Rumah saya sekitar satu kilo meter dari sekolah keren ini.
Saya bergabung bersama kalian yang hebat, dengan semboyannya Julius Caesar, seorang jenderal Perang, yang berbicara di hadapan senat Romawi atas kemenangan Pharnaces II dari Pontus dalam pertempuran Zela tahun 47 Sebelum Masehi, berbahasa Latin: Veni, Vidi, Vici. Aku datang, Aku pandang, Aku menang.
Terima kasih. Thank you.
Anak-anak sekelas terbengong melongo, saling berpandangan, kemudian serentak tepuk tangan.
Cewek sebelah Alifia, memprovokasi teman sekelas seraya berteriak, yang diikuti lainnya:
Sing … sing … sing … sing … sing …
A song … a song … a song … a song …
Sing a song … sing a song … sing a song …
Aduh. Batin Alfin berkata, ini pasti ulah Alifia. Tampak nyengir dia.
Wah, karena teman-teman memintamu menyanyikan sebuah lagu. Kamu siap menerima tantangan mereka?
Alfin tidak menjawab iya atau tidak.
Alfin … alfin … alfin …
Alfin … alfin … alfin …
Alfin … alfin … alfin …
Oke. Kayaknya mereka percaya dengan kemampuanmu.
Bapak sebagai guru Seni Budaya, juga ingin mengadakan ujian pre-test.
Apakah kamu punya potensi bermusik.
Are you ready?
Dia sudah viral sebelum jadi siswa sini.
Ya, benar.
Kita lebih viralkan lagi. Kuy.
Wah, ayo kita buktikan. Ini gitar. Silakan diambil ponselnya di kotak laci depan. Kalian boleh merekam.
Boleh kan direkam, Alfin?
Silakan. Terima kasih.