Episode 14
Pencarian dalam Hujan
MALAM yang hujan.
Dari rumah Alifia, mobil Honda HR-V merah marun melaju, dalam hujan yang merintih. Dikemudikan oleh Alfin yang terlatih. Di samping kiri, Alifia Brightcatchdeep, dengan dandanan yang heboh. Tak ketinggalan sebagai style-nya, rambut dibalut topi rajut biru muda, kayak gadis Korea.
Di kursi belakang, justru Zoey Arabelle berdandan simpel. Mengenakan crop top yang memperlihatkan pusar, dan memakai rok mini kulit (leather). Tak terlupakan, sepatu chunky boots di kaki jenjangnya.
Alfin? Berpakaian kemeja casual biru muda dan celana chino, jeans gelap. Dipadu dengan blazer cokelat tua.
Mereka menyusuri bar. Mereka menyatroni pub. Mereka mendatangi lounge. Mereka memeriksa diskotek. Mereka mengunjungi spa dan panti pijat. Mencarimu, Ibu.
Bagi Alifia, ini menyenangkan, karena pelampiasan, dulu pernah gagal dugem bersama Zoey, dilarang mamanya. Dia maunya berlama-lama di tempat-tempat hiburan itu. Dia bahagia. Dia berteriak-teriak. Dia meloncat-loncat. Dia berjingkrak-jingkrak.
Zoey tersenyum-senyum belaka di belakangnya.
Berbeda dengan Alfin, sejak perjalanan hingga ke dalam tempat-tempat hiburan, dia dirundung mendung kegelisahan. Dadanya berdebar bagai debur laut. Bibirnya bergetar bak lumut yang dilumat mulut ikan nilem mangut. Matanya, matanya menahan air mata, entah kapan akan luruh bersama seluruh dedaunan kering yang lerai dari reranting.
Alfin tak henti-henti membuka galeri foto ponsel: potret ibunya. Ibunya yang cantik jelita. Foto itu selalu ditunjukkan kepada orang yang ditanya. Jawabnya: tidak ada, tidak pernah melihat.
HUJAN belum reda.
Hasilnya menyesakkan dada.
Mereka keluar dari tempat-tempat hiburan. Alifia kedinginan. Hujan rintik-rintik masih menyertai.
Alfin memasangkan jaket blazer-nya ke tubuh Alifia.
Zoey meledek-ledeki keduanya.
“Cie … cie … meski klise sih. Seorang pangeran melepas jaketnya untuk puan putri. Cie cie … jadi obat nyamuk deh gua …”
“Siapa nyamuknya?”
“Elu berdua lah …”
“Ha-ha …”
“Kalau obat nyamuk, berarti nyamuknya sakit, diberi obat buat lekas sembuh atau tambah sehat dong …”
“Ha-ha …”
“Sakit apa nyamuknya?”