Episode 15
Tergelincir Takdir
STUDIO MUSIK SEKOLAH.
Sanggar atau studi musik sekolah sedang mengadakan acara meriah; menghadirkan “bintang tamu” dari internal sekolah sendiri, yakni Alfin. Meski Alfin bukan anggota atau kru ekskul musik, ia acap kali diundang, untuk berbagi pengalaman, terutama kemahirannya bergitar dan seni tarik suara. Selepas bel terakhir KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) berdentang.
Sejatinya, Alfin kurang bersemangat, karena kerinduan pada ibunya begitu hangat. Tapi, dia berusaha tidak mengecewakan mereka. Apa lagi, ada Alifia dan Zoey, di deretan peserta. Ponsel-ponsel mahal siap merekam dan memviralkan di jagad maya.
Peserta membeludak. Peserta meluber hingga di luar pintu. Tak tertampung oleh ruang studio yang mungil. Penambahan soud; satu di dalam, satunya di luar.
Sebelum berakrobat dengan gitar, Alfin diwawancarai moderator, perihal perjalanannya bermusik. Zelita, koordinator ekskul musik, yang perawakannya kecil dan berkacamata, menanyainya.
“Siapa orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan bermusik Kak Alfin?”
Alfin mengambil nafas, menghembuskannya perlahan, kemudian menjawab, “Adalah Rojak, teman sekaligus guru saya dalam memainkan gitar …”
Alfin tidak melanjutkan kata-katanya. Melihat mimik Alfin yang berubah, Zelita mencoba mengambil inisiatif dengan menyuguhkannya sebotol air minum dalam kemasan. Seusai situasi-kondisi aman terkendali, Zelita memberanikan bertanya kembali.
“Maaf, Kak Alfin, ada masalah?”
“… Tidak. Rojak sudah tiada, wafat …”
“… Maaf … maaf … maaf … Kak. Tak ada maksud …”
“Oh tidak mengapa. Dia tersenyum di surga melihat kita berkumpul di sini …”
“Aamiin … amen …”
“Pesan yang selalu dia tanamkan kepada saya: petiklah gitar sesering mungkin, lebih baik dengan mentor. Kuasai dulu akord mayor dan minor dasar. Puji diri ketika ada kemajuan. Jadikan orang lain yang profesioal sebagai inspirator, bukan demotivator, penghambat laju potensi …”
“Wah …. Daging. Terima kasih atas saran-saran Kak Alfin kepada kami. Karena kalian sudah tidak sabar menyaksikan konser Kak Alfin, Let’s enjoy Kak Alfin’s guitar performance! Let’s have a big round of applause for Kak Alfin!”
Tepuk tangan membahana. Do you like BTS? Yes! Are you obsessed with Jungkook? Yes!
Alfin memetik gitar, berakrobat intro lagu Dynamite-nya BTS. Segenap penonton terbengong, terbius penampilannya yang gak ada obat. Tanpa diminta, mereka turut bernyanyi.
‘Cause, ah-ah, I’m in the stars tonight
So watch me bring the fire and set the night alight
Shoes on, get up in the morn
Cup of milk, let’s rock and roll
King Kong, kick the drum, rolling on like a rolling stone
Sing song when I'm walking home
Jump up to the top, LeBron
Ding-dong, call me on my phone
Ice tea and a game of ping pong
This is getting heavy
Can you hear the bass boom? I’m ready
Life is sweet as honey
Yeah, this beat cha ching like money
Disco overload, I’m into that, I’m good to go
I’m diamond, you know I glow up
Hey, so let’s go
‘Cause, ah-ah, I’m in the stars tonight
So watch me bring the fire and set the night alight
Shining through the city with a little funk and soul
So I’ma light it up like dynamite, whoa
Bring a friend, join the crowd
Whoever wanna come along
Word up, talk the talk, just move like we off the wall
Day or night the sky’s alight
So we dance to the break of dawn
Ladies and gentlemen, I got the medicine, so you should keep ya eyes on the ball, huh
Dy-na-na-na, na-na, na-na-na, na-na, life is dynamite
Dy-na-na-na, na-na, na-na-na, na-na, life is dynamite