Hujan Tak Berpayung

Syaiful Alim
Chapter #23

Episode 23 Berbagi Nasib dengan Putri Es

Episode 23

Berbagi Nasib dengan Putri Es

 

Bukan maksudku mau berbagi nasib,

nasib adalah kesunyian masing-masing.

Jangan satukan hidupmu dengan hidupku.[1]

O, hidup, kau masih ketawa??[2]

 

Sepekan kepergian almarhumah nenek, Alifia berjuluk “putri es”. Beku dan dingin. Mamanya membujuk untuk mencair ceria serupa sedia kala, tak sukses. Giliran Alfin yang mengambil peran. Alfin diberi akses.

Pukul 18.18, seusai makan malam di rumah Alifia. Makan malam yang biasanya ramai bersama nenek, menjadi hampa dan hambar. Alifia minum susu belaka, kemudian buru-buru ke kamarnya di lantai dua.

“Fin, tante minta tolong banget sama kamu. Ajak dia ngapain gitu, pergi ke mana kek, ngelakuin apa kek, healing … tante gak tega lihat dia begitu terus setiap hari. Kalau kurus dan sakit, gimana? Bantu tante, Fin …”

“Iya, Tante …”

“Kamu kayaknya akhir-akhir ini sibuk banget ya?”

“Selain kerja, Alfin nemanin ibu …”

“Oh iya, tante turut gembira, kamu udah bersama ibu kamu …”

“Makasih, Tante. Alfin akan cari cara untuk mengembalikan keceriaan Fia …”

“Coba ajak dia bicara. Maunya apa. Mamanya harus gimana. Tante kepikiran terus. Kerja gak bisa tenang … apa lagi tante sedang banyak kerjaan.”

“Iya, Tante.”

“Buruan tengokin dia …”

Alfin menenggak segelas air putih. Kemudian meninggalkan meja makan marmer enam kursi. Di tengahnya, bunga tulip dan bunga krisan hidup dalam vas kaca berisi air. Alfin menaiki tangga menuju lantai dua. Membawa gitar.

Alfin mengetuk pintu kamar. Sejatinya, dia rada ragu. Namun karena permintaan mamanya, dia memberanikan diri.

 

“Siapa?”

“Alfin.”

“Gak dikunci. Buka aja.”

 

Terbuka. Kamar besar berdinding biru laut. Majalah dinding. Lemari kaca pemajang gunung bantal guling dan boneka. Meja belajar. Meja-kursi + cermin rias. Dua speaker bluetooth nirkabel. Lemari baju. Lemari buku. Rak baju gantung. Dan kamar mandi.

Alfin membiarkan pintu kamar terbuka. Dia duduk di kursi meja belajar. Dia mengubah kemiringan kursi, supaya bisa berhadapan dengan Alifia yang duduk di atas kasur dengan menggantungkan dua kaki di luarnya. Mengenakan piyama biru laut bergambar lumba-lumba berlomba tersenyum.

Alfin memegang buku bacaan seri sains Why dari atas meja belajar. Mereka berdua sejajar. Alfin mengatur nafas untuk mengawali pembicaraan.

 

“Fia … tahu gak bedanya salju dan es?”

“…”

“Fia … tahu gak bedanya es dan salju?”

“…”

“Alifia Brightcatchdeep, apakah kamu tahu perbedaan salju dengan es?”

“Mmm … apa ya?”

“Biar aku yang jawab ya, supaya kamu gak capek mikir: salju terbuat dari uap air di atmosfer dalam titik beku nol derajat celcius, sedangkan es dari cairan atau air yang menempel pada benda lain …”

“Aku juga tadi mau jawab gitu …”

“He-he … bagus … gitu dong senyum, kayak lumba-lumba …”

“Aku kayak lumba-lumba?”

“Iya, ada kesamaan …”

“Hmmm …”

“Kalau senyum, sama-sama manis. Gak ada obat. Gula dan madu mah kalah …”

“He-he …”

“Bagaimana kalau besok, kita berpetualang nasib …”

“Maksudnya?”

“Aku kangen kerjaanku dulu. Ngojek payung, mulung rongsokan, ngasong air botolan, dan ngamen …”

“Wah! Seru. Mau …”

“Okey. Sebagai bekal buat besok. Aku nyanyikan lagu I Will Survive dari Gloria Gaynor. Aku ambil gitar dulu ya …”

“Lah, ditaruh mana?”

“Di luar, bersandar di dinding dekat pintu kamarmu …”

 

At first I was afraid I was petrified

Kept thinking I could never live without you by my side

But then I spent so many nights

Thinking how you did me wrong

And I grew strong

And I learned how to get along

 

And now you’re back

from outer space

I just walked in to find you here with that sad look upon your face

I should have changed that stupid lock

I should have made you leave your key

If I’ve known for just one second you’d back to bother me

 

Go on now, go walk out the door

Just turn around now

‘Cause you’re not welcome anymore

Weren’t you the one who tried to hurt me with goodbye

Do you think I’d crumble

Did you think I’d lay down and die?

 

Oh no, not I. I will survive

Oh as long as I know how to love

I know I’ll stay alive

I’ve got all my life to live

I’ve got all my love to give and I’ll survive

I will survive,

I will survive!

 

....

 

Go on now, go walk out the door

Just turn around now

‘Cause you’re not welcome anymore

Weren’t you the one who tried to crush me with goodbye

Do you think I’d crumble

Did you think I’d lay down and die?

 

“Wau! Amazing!”

“Sawerannya dong …”

“Ha-ha … aku kan belum goyang …”

“Ha-ha … yang penting jiwamu sudah berjoget-joget …”

Lihat selengkapnya