Human Nature

ZAHRA SAFARR
Chapter #8

The Name

"Cepat! Katakan!" Sebuah teriakan terdengar sebagai perintah kasar meraung di sudut lorong kampus. Tampak dua orang mahasiswa sedang memegangi seorang mahasiswa yang berdiri menempel di dinding, sedangkan satu mahasiswa yang lain merekam sambil menahan tawa.

"Ambil kacamatanya dulu!" titah Alex yang kemudian di patuhi oleh Bob dan Joe.

Lelaki bertubuh tambun yang tak berdaya itu sudah dipenuhi peluh di keningnya. Gemetar tak dapat melawan.

"Sekarang, cepat katakan, 'Malam ini aku ngompol di kelas' cepat!!" perintahnya menahan tawa.

"Bukan, bukan ... Bukan aku," ucapnya ketakutan.

"Sudah! Katakan saja, bodoh!" Alex menempeleng kepalanya kasar.

"A.. Aku ..." Lelaki itu mulai mengatakan sepatah kata yang sesuai dengan Alex katakan, sedangkan Alex siap dengan kamera ponselnya.

Di tengah ketegangan itu ...

"Jadi siapa yang kencing di kelas, Joe?"

"Tentu saja Alex!"

"JOE!!!"

Keempat mahasiswa itu terkejut ketika suara wanita tiba-tiba muncul dalam radius mereka dan kebiasaan keceplosan Joe menambah kesialan.

"Baik, cukup menjadi bukti yang kuat untuk dua pelanggaran." Asya mematikan kamera ponselnya dan meletakkan ponselnya kembali ke dalam tas.

"Pro...Professor!"

Ketiga mahasiswa pembully itu terbelalak dan gemetar, sementara kehadiran Asya menjadi angin segar bagi mahasiswa tambun itu.

"Ini salah paham, professor ... Kami hanya bercanda." Bob membetulkan kerah mahasiswa tambun tersebut dengan lembut.

"Joe juga mabuk mengatakan hal itu, professor ... Bukan aku pelakunya." Alex berusaha membela diri.

"Kalian tahu, puncak kepecundangan seseorang dilihat dari apa? Bukan saat diam tak berdaya, tak melawan ... Tapi saat menutupi kelemahannya dengan mengeroyok mereka yang lemah secara fisik."

Ketiganya tertunduk dengan tatapan bergerak ke seluruh sisi.

Lihat selengkapnya