Blurb
Dua puluh tahun lalu, sebelas siswa hilang di perkemahan sekolah. Laporan resmi menyebut penyebabnya gas vulkanik. Dina, satu-satunya yang selamat, dianggap sakit jiwa. Sebelum keberangkatan tahun ini, ia menitipkan sebuah buku tulis kepada keponakannya, Sintya, dan menyebutnya "novel karangan sendiri". Sintya membawanya ke hutan tanpa pernah menganggapnya serius.
Misteri itu mulai terungkap oleh Sintya bahwa cerita dari tantenya terbukti nyata. Setiap keanehan yang terjadi di hutan sudah tertulis di sana, selalu satu langkah lebih dulu. Suatu ketika sahabatnya Putri keluar dari tenda dan tidak pernah kembali. Dalam semalam, perkemahan mereka ditemukan kosong. Tenda-tenda masih berdiri rapi, dan satu-satunya yang tertinggal adalah sebuah handycam. Di dalam rekamannya, seorang guru mengabsen nama murid satu per satu, dan setiap nama dijawab. Tak lama kemudian, mereka yang hilang mulai kembali, tersenyum dan mengajak turun ke bawah. Sintya tahu ada yang salah dengan mereka. Masalahnya, mereka tahu semua hal yang ia tahu.