Hutang dari Toko Waktu

Authorpemalas
Chapter #10

Bagian IX : Gon dan Killua

"John, Ben temen lu kan?"

Seorang pria gembul bertanya padaku sambil menyapu.

Hari kamis adalah bagianku piket kelas.

"Temen waktu SMP." aku mengambil beberapa sampah di kursi Theo. "Tapi kami gak sedeket itu."

Pria itu berhenti menyapu ia mengangkat satu alisnya dan menatapku.

"Padahal kalian akrab, saran gue jauhin, lu lihat tadi Theo mukulin dia." Pria pendek itu melihat sekitar seperti sedang waspada. "Dia mah bakal jadi bual-bualan, Theo waktu SMP itu suka bully anak kayak dia!"

Aku bergidik. Ben sebenarnya sudah aku anggap sahabat sejak SMP, namun yang dibicarakan anak ini benar.

"Oh ya, nama gue Jose!" dia mengulurkan tangan untuk salaman. "Gua duduk di belakang Daniel."

Aku berjalan mendekat, menyambut salamnya sambil memasang senyum.

"Salam kenal!"

"Ini ruang kelas anak bapa!"

Aku dan Jose melihat ke pintu, seorang wanita dengan bapa-bapa yang mengenakan jas mewah, perawakan tinggi, dengan rambut yang sudah hampir habis sedang melihat keadaan kelas.

"Ah, jadi Rey di sini ya?" kata si bapa-bapa.

"Betul pak!" jawab perempuan di sampingnya.

Pria tadi melemparkan pandangan ke kami berdua.

"Kalian temannya Rey?"

Kami berdua mengangguk.

"Aku harap kalian berteman baik, rajin sekali kalian piketnya!" Dia tersenyum.

"Pak mau lanjutkan lihat-lihat fasilitas olahraganya?" wanita itu bertanya.

"Baik, mohon bantuannya ibu!"

Mereka berdua pergi dari sana, Jose berkedip beberapa kali, kemudian menatapku.

"Gila, yang kudengar Ayah Rey itu Rektor, dan katanya mau jadi bagian dari menteri pendidikan!"

Ayah Rey Rektor? Tapi anaknya cuma otot begitu, sungguh tidak cocok!

"Pasti dia masuk sini, jalur sumbangan kan?" Jose menyeringai.

×××

Aku dan Ben duduk di salah satu ranjang UKS, tercium bau-mungkin seperti obat, setiap ranjang yang berjejer dipisah oleh tirai.

Hari ini ruang UKS sepi, perawat sudah pergi setelah memberi kami es untuk beberapa benjolan kecil.

"Jadi apa yang terjadi?" Aku langsung ke intinya.


"Begini Gon, lu kan nanya gue ke mana kemarin?" Dia diam sejenak. "Gue dipanggil sama guru BK."

"Terus?"

"Gue ditanya-tanya se-jam-an, gue ngasih tahu rahasia kelas kita." Ia melepas kacamatanya, dan menyeka air matanya.

"Rahasia apaan sih?" keluhku.

Kita saja belum ada sebulan di kelas ini.

"Kelas kita ketahuan pake pelatih buat kabaret, John!" lirih Ben.

Apa hubungannya?

Kenapa hal itu harus dirahasiakan?

"Hah? Terus kenapa?"

"Gue lupa lagi lu gak gabung grup!" ia menyalakan smartphone menunjukan sebuah dokumen aturan lomba. "Kita gak dibolehin pake pelatih buat penampilan drama!"

Lihat selengkapnya