Hutang dari Toko Waktu

Authorpemalas
Chapter #18

Bagian VII : Bunga yang Mulai Kembali Mekar

[Kamis, 28 Agustus 2014]

"Jadi lu gak maho kan?" Tanya Ben.

"Enggak ," kataku malas, sejak kejadian hari senin dia terus-menerus menanyakan hal itu. Dia mengintrogasiku tiada henti. Video pendek yang menampilkan aku memeluk Gamaliel sampai teriakan "Sayang" ternyata tersebar, dan menjadi gosip. Laki-laki itu sepertinya trauma, apalagi aku kadang bersikap agresif saat menyapanya-kadang aku mengedipkan mata. Meski cara itu konyol setidaknya efektif.

Bagaimana Theo? dia masih sama bahkan bullyingnya jadi lebih menyebalkan dari sebelumnya.

"Beni, kemari!" Panggil Luna sambil menggerakan tangannya, mengisyaratkan untuk datang kepada si bule. Ben menurut, dia saat ini pasti berbungan sekelompok dengan bunga kelas seperti Yuna, Luna dan Kirana. Kelompok lain jauh lebih bersiap untuk presentasi hari senin, kelompokku isinya orang 'dungu' semua, dan tidak ada sosok pemimpin yang mengatur kelompok. Sudah 3 hari sejak hari senin, kami bahkan tidak pernah berkumpul.

"Hei kamu, tugas kelompok gimana?" Vero tiba-tiba datang, ia agak ragu-ragu berbicara denganku, dulu pun aku tidak terlalu mengenalnya. "Bowo sama Theo gak bisa diandelin terus kamu gak punya HP, susah banget komunikasi!" Vero cerewet.

Tapi dia ini tipe perempuan yang sedikit berkontribusi namun nangisnya banyak, hanya peduli tugas selesai dan kembali ke duniannya.

"Tenang saja, aku udah kerjain, kamu ada laptop gak?" Ucapku sambil menunjukan flashdisk kecil. Dulu sih aku tidak akan mengerjakan tugas ini.

"Sebentar."

Perempuan itu pergi ke tasnya, mengambil sebuah tas berisi notebook. Perempuan itu membawa benda itu ke mejaku. Ku pasang flashdisk, jariku mencari power point yang aku susun dua hari lalu di warnet. Sekarang layar menampilkan 12 slide power point yang estetik, begini-gini aku tukang joki saat jadi mahasiswa!

Mata perempuan itu berbinar, sepertinya dia lega karena tugas kelompok bisa selesai. "Pembagiannya gimana?"

"Slide satu sampai empat aku, ada tiga slide soal prinsip, tiga slide soal contoh baik dan dua slide pelanggaran etika, pilih aja."

"Yang prinsip gampang gak?" dia bertanya sambil mengotak-atik, matanya bingung ketika melihat dua slide terakhir masih kosong. "Ini belum?"

"Iya, pilih yang udah aja!"

"Yaudah, aku bagian prinsip deh," gadis itu melempar pandangan ke arah lain. matanya menyapu ke seluruh ruangan, setelah selesai ia padangannya kembali ke layar notebook. "Si Bowo yang contoh baik etika di sekolah aja, karena si Theo pasti pengen yang pendek!"

Dia meng-copy file presentasi ke penyimpanan notebooknya, mencabut flashdisk lalu mematikan benda itu. "Pokoknya bagian aku jangan diubah-ubah, nanti aku kabarin Theo sama Bowo," dia pergi tanpa mengucapkan terimakasih. memang brengsek.

Lihat selengkapnya