I'm not a Zombie

Za Zlyn
Chapter #1

Prolog

Yildrim


Jika kalian baru belajar berjalan dengan baik dan ingin olahraga, kusarankan jangan meniruku. Karena... ya, olahraga yang menimpaku begitu sangat ekstrem.

"Bocah, di belakangmu!"

Tentu kumpulan orang aneh itu ada di belakang. Bukankah itu pengetahuan umum mengingat kita berlari ke arah mana?

Suara geraman menjijikan muncul bergetar sampai ke tengkukku. Mendengar hal ini, terkadang aku menyesal pendengaranku kembali menajam di saat seperti ini.

Uap udara yang terasa lembab benar-benar mengganggu kenyamanan lari ini. Jaraknya pasti lebih dekat dari yang kukira, sekali gigit saja di leher dan aku akan tinggal nama. Itu pun jika ada yang sempat mengingat namaku di tengah kekacauan besar ini.

Oh, ayolah! Bisakah aku merasakan keadaan nyaman dan ketenangan hidup sekali saja!

Suara geraman dan gertakan gigi di belakangku semakin jelas. Sama jelasnya dengan napasku yang akan tumbang didukung lariku yang menerabas apa saja secara asal.

"Akan kuhadapi mereka, bocah! Kau lari saja terus!" teriak anak laki-laki berbadan super sehat yang tadi ada jauh di depanku. Anak itu mengeluarkan pisau dokter besarnya yang—kalau tidak salah—bernama pedang.

Dengan napas yang tersisa aku terus berlari sebisaku. Sejujurnya aku sudah tidak bisa berlari lagi dan hampir roboh di depan anak pedang itu. Tapi anak pedang lebih cepat dari yang aku duga. Ia melangkah kilat di depanku lalu mendorong aku cukup jauh.

Lihat selengkapnya