Aku tidak bisa bergerak. Begitu juga zombie yang menatapku dengan kepala terjulur dari kasur rumah sakit. Meski aku cukup yakin alasan si zombie bukan karena ketakutan sepertiku.
Zombie itu menatapku tidak berkedip. Ia terus menggeram dengan getaran tubuh hebat mencoba menggigitku. Sayangnya, tampaknya ia terlalu nyaman untuk beranjak dari kasur. Menyisakan rambut pendek lepeknya yang terus menggelitik wajahku. Panjangkan saja rambutnya dan ia resmi berprofesi jadi kuntilanak.
Aku melirik ke tempatku berada tadi. Zombie dengan kepala terseret itu juga enggan meninggalkan kasur. Ia terjepit antara kepala dan kaki diam itu. Paling tidak, itu yang aku bisa deskripsikan dari kisah di bawah bulan ini.
Terasa hentakan lantai yang segera meringan di susul suara karung berat yang jatuh bertubi-tubi. Cukup yakin banyak zombie yang terjatuh ke lubang.
Meski yang dilakukan Fiello menyebalkan karena mengundang banyak zombie, aku tetap harus berterima kasih karena ia meninggalkan lubang besar untuk kompensasi. Kerugian lainnya akan aku pikirkan lagi jika aku masih hidup.
Zombie kasur rupanya tidak kenal lelah dalam meronta. Berbeda dengan diriku yang sudah bosan mematung. Maka dari itu, aku mengambil makanan di kolong meja. Memakannya dengan pemandangan zombie berliur di atasku. Sungguh pengalaman yang tidak menyenangkan, jadi aku beri bintang nol.
Mendapati air liur zombie yang sangat banyak, aku berpikir apa dia jangan-jangan lapar juga? Aku menawari beberapa makanan yang terus ia balas dengan geraman. Kurang lebih artinya, Kau lebih enak untuk dikoyak daripada makanan itu.
Setelah kenyang, aku berusaha duduk sebaik mungkin agar tidak mengenai zombie kasur. Kekuatanku untuk duduk sekarang lebih baik. Tampaknya aku bisa merambati tembok seperti bayi sekarang. Tapi sebelum itu, seluruh arena ini harus diperhatikan.
Yap, sesuai dugaanku sangat buruk. Di arena ini sebenarnya ada banyak zombie. Hanya saja, efek ledakkan menghancurkan seluruh atau sebagian kehidupan mereka. Ada yang sekarat menunggu kematian. Atau zombie sehat di pojok jika kau mengecualikan dengan potongan besi yang menancap pada zombie itu. Membatasi gerak si zombie.
Mendapati kompensasi seperti ini, aku tampaknya harus menambah tensi terima kasih saat bertemu Fiello dan Eliza.
Sebagian besar zombie yang sehat dan bebas telah tergelincir ke lubang. Beberapa berada di lorong luar ruangan atau seberang tempat ini. Aku tidak begitu tahu soal si kaki diam. Tapi tampaknya dia sangat menikmati posisi barunya yang juga diam.