I'm not a Zombie

Za Zlyn
Chapter #14

8a. Yildrim


"Maju dengan langkah yang terlalu ringan."

"Musiknya terasa susah sekali," ujar Fikar sambil menghayati lagu yang terus-terus berputar tersebut.

Sada mengulas senyumnya. "Waktu itu Eca dan Thania berlatih keras dengan musik seperti ini."

Fikar mengangguk kuat. "Yah, kita diusir terus. Katanya butuh tenanglah, fokuslah, atau kejutanlah."

Sada tertawa kecil. "Tapi kata mereka itu bukan seberapa. Ada yang latihannya lebih serius lagi dari mereka."

"Oh! Aku ingat. Berlatih bertahun-tahun tanpa absen seharipun. Pagi, siang, dan malam tidak mau diganggu. Ia bahkan bisa mengusir orang dengan tarian di waktu pribadinya itu, kan? Yah, tarian dia memang tampak sangat kokoh dan lentur, sih. Umurnya baru dua puluh lima tahun. Kata Thania dan Eca sedang emas-emasnya."

Mereka terus mengoceh dan bergumam saat kami menaiki tangga. Di atas, keadaan tempat itu sepi. Dengan tirai besar dan jendela-jendela pecah yang terbuka. Meski bisa dibilang berantakan. Tempat ini pantas diberi penghargaan sebagai tempat paling rapi sejauh ini.

Aku berjalan keluar pada jendela-jendela yang pecah. Dengan hati-hati melongokkan wajahku untuk melihat keadaan di luar.

Sejauh ini zombie di sekitar sini sangat sedikit. Belum lagi kerusakan pada kulit hijau dan bajunya yang mempertegas jalannya yang susah itu. Berpapasan dengan zombie cacat seperti itu tidak terlalu beresiko sebenarnya. Apalagi jumlahnya yang hanya segelintir.

Aku menundukkan pandanganku, melihat apa yang ada di bawah sana. Warna gelap yang terasa tebal dan berlapis-lapis. Potongan pakaian yang koyak, sesuatu cuilan yang dirubungi lalat, juga ada beberapa senjata.

Terdengar suara ledakkan senjata tajam yang mengiang di telingaku. Aku reflek menutup telinga kananku yang berdenyut. Tampaknya itu sangat jauh meski diriku tidak begitu yakin.

Pendengaranku sembuh lebih cepat dari yang diucapkan Fikar. Aku terkadang sudah bisa menandai asal suara-suara itu, hanya saja jika terlalu memekakkan suara itu terasa bergaung di telingaku. Menyakitkan telinga kananku. Membuat indera pendengarku terasa kabur sementara.

Lihat selengkapnya