I Am Way Better than You, Nelman

Vyas Cornanila Wahana Putri
Chapter #22

JANUARI 2023 #1

Setiap karya yang baru diunggah di Candleart Dinner punya kesempatan tenar yang sama dengan karya-karya lama ataupun karya para profesional. Pengguna hanya tinggal memasukkan karya yang diinginkan ke tab Nilai Karya Saya agar karya itu berjajar dengan karya-karya lain yang juga meminta penilaian. Di sini gudangnya kritik dan saran profesional dari orang-orang yang mendalami dunia seni dwirupa. Fitur yang paling kusukai dari situs sekaligus aplikasi ini adalah Jual Karya. Aku menjelajahi karya-karya di tab tersebut dengan tujuan melihat-lihat harga yang sesuai untuk lukisan Mula.

Ya Tuhan, 500 dolar pun masih tergolong murah.

Aku harus mencari cara untuk bicara dengan Mula. Suasana hati kakakku itu tidak bisa ditebak. Kalau ada yang kuketahui selama hidup 20 tahun bersama Mula Tassia adalah emosinya tidak stabil. Dia bisa jengkel hanya karena teman-teman sekelompoknya membantu melakukan perhitungan untuk laporan praktikum mereka. Dia menangis karena mewarnai keluar garis. Dia tertawa ketika Fajar membeli arloji baru di hari Valentine. Dia bisa terserang depresi begitu gagal memasak brokoli saus keju.

Kalau tahu satu koleksi lukisannya hilang, dia mungkin akan marah, tapi mungkin juga sedih dan meratap, atau bahkan tiba-tiba tidak nafsu makan sebulan. Apalagi kalau dia tahu akulah dalangnya. Uh, aku tidak tahan membayangkan reaksinya.

Selama liburan, aku kembali mengurung diri di kamar indekos, lebih banyak menghabiskan waktu bersama Mula. Akhirnya aku bisa kembali bebas meminta berlembar-lembar soal ekstra kepada Scieline untuk mengejar bonus karena Mula belum juga menyelesaikan skripsinya semester ini sehingga aku masih harus membayari UKT-nya. Kegiatan lain yang kukerjakan dengan sungguh-sungguh selain memanggang roti dan memberedeli pakaian bekas yang kami beli di Pasar Badung atau Pasar Kreneng adalah membuat nirmana dan model pakaian lalu mencari cara untuk meleburkan pola-pola itu ke dalam kain di lukisanku.

Berbanding terbalik dengan respons positif-cenderung-memuja yang diperoleh lukisan Mula di Candleart Dinner, postingan tugas-tugasku tidak terlalu diminati pengguna media sosial. Aku tahu kesalahanku terletak pada keordineran lukisan-lukisan itu. Ternyata cara berpikirku tak jauh berbeda dari teman-teman lain, tidak seperti Winner dan Rere—mereka menerima gelar putra dan putri terbaik ospek jurusan pada malam puncak PERUTA DKV.

Petra yang sangat suka bereksperimen dengan warna juga lumayan, tapi terkadang dia jadi lepas kendali sehingga keliru memilih warna bayangan dan arah datangnya cahaya. Akibatnya, objek yang dia lukis jadi kelihatan agak melebar dari ukuran yang dia niatkan karena warna bayangan atau cahaya hampir sama dengan warna objek.

Mereka memiliki ciri khas dalam kepribadian masing-masing, itu benar sekali. Rere si angkuh dan judes cenderung melukis sesuatu yang berbau kemewahan dan kedisiplinan. Seorang dewi yang turun dari langit dan berpendar lembut, menutup dirinya dengan kain tipis berdesir. Kelas VIP di suatu pesawat. Burung-burung berbulu panjang dan berwarna terang yang menatap tajam ke arah kamera di bawah rinai salju. Bahkan Rosi sekalipun mengungkapkan sifat loyalnya lewat suasana vintage; sentuhan barang-barang masa lampau dalam lukisan dan desain berwarna hangat.

Tetapi, lantas apa yang harus kutonjolkan dalam lukisan atau desainku yang adalah aku? Yang bisa mengungkapkan sifat-sifat atau jati diriku?

Aku menghabiskan siang dan malam untuk mencari tahu jawabannya.

Untuk membangun sebuah gerai dan mengisinya dengan rak-rak dekorasi di pameran seni akbar, aku membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Aku harus memutar otak sekuat tenaga. Portofolio tugas gambar saja tidak cukup untuk dipajang di sepanjang dinding gerai. Aku membutuhkan sesuatu yang diketahui orang sebagai branding produkku. Sesuatu yang kuproduksi secara konstan sehingga orang-orang bisa melabeliku.

Oh, si Abril yang tukang buat game itu?

Abril yang kerjaannya merancang desain feed untuk perusahaan ritel?

Aku tahu, dia Abril yang pintar mendesain tampilan website, kan?

Abril si animator itu ya?

Saat ini sudah Januari 2023, tersisa 20 bulan lagi sebelum September 2024, bulan dilaksanakannya pameran seni akbar. Aku harus sudah mulai membuka komisi ilustrasi atau desain grafis, atau yah, sesuatu yang berhubungan dengan desain komunikasi visual. Aku harus membeli sebuah website atau mengiklankan akun-akun media sosialku. Kalau mau menang dari Nelman, aku harus melakukan sesuatu.

Nelman sudah mulai sejak awal libur semester. Dia dan Kafka mengelilingi tempat-tempat eksotis di Bali. Kafka lebih fokus pada alam, sementara Nelman menyoroti aktivitas makhluk hidup di alam. Kafka memosting semua hasil jepretannya di situs rudolfkafkalenscape.com. Nelman mengunggah seri hunting-nya dengan tagar bernomor di Instastory dan Facebook. Dia juga menyertakan tautan menuju kialosklik.com.

Sejak dulu aku tidak pernah absen menonton pembaruan postingan Nelman. Tapi sejak seri hunting-nya di Gianyar, aku merasakan rutinitas itu jadi terasa sedikit berbeda. Ada suatu perasaan baru yang menyisip dalam diriku, mungkin karena malu, dia hanya mampu tersimpan di antara susunan tulang rusukku. Kecil sekali, tapi hidup. Berdenyut seperti jantung baru tumbuh.

Itu perasaan antusias, yang tidak kuketahui penyebab atau asalnya.

Lihat selengkapnya