Sebagai langkah awal, aku mempelajari komik strip empat panel seperti milik Tahilalats dan Komikape di Instagram. Aku berlatih membuat layout dan skenario pendek. Selain itu, kusadari aku juga harus menguasai dinamika pergerakan tubuh makhluk hidup. Maka aku belajar menggambar berbagai macam pose agar kelihatan lebih luwes.
Seperti tujuan awal, aku akan menonjolkan fashion sebagai tema utama komik-komikku. Aku telah membuat suatu akun bernama moonofabe di Instagram. Selanjutnya, akun itu akan mengunggah komik berdialog singkat sehari-hari yang berisi tips padu padan berpakaian.
Aku mengandalkan pola, warna, dan tekstur dalam merancang setiap fashion. Di sela-sela waktu pergantian mata kuliah, aku akan membaca atau menonton video mengenai desain hingga memperoleh lekukan yang nyaman untuk dikenakan. Cara mendesain kemeja, menghasilkan kerah bulat dengan potongan pas, lengan gaun, jahitan pada kain tebal dan kaku seperti denim, pola topi, syal rajut, segalanya. Aku meneguk ilmu itu seolah percaya kalau tidak melakukannya, manusia bakal punah.
Selagi memperkaya diri sendiri dengan ilmu busana, Winner terus mengajakku berunding mengenai pameran seni. Kepelikan konsep pameran seni telah menciptakan kerutan-kerutan dalam di dahinya yang sempit.
"Nggak apa-apa aku terus mendatangimu kayak gini, kan? Kalau aku membuatmu terganggu, bilang ya."
Aku berhenti menyedot teh susu boba. "Aku malah seneng karena masih dilibatin, padahal bukan inti." Dan setiap masukan dariku dianggap penting sampai patut dipertimbangkan. Itu membuatku merasa dihargai dan diperhitungkan. "Gimana Malik dan Nelman?"
"Malik yang mengatrol jumlah panitia di setiap divisi. Dan Nelman baru aja bantuin aku, dia yang mendiskusikan pemrograman QR di cendera mata ke anak-anak Teknik Informatika."
"Kapan cendera matanya dipesan?"
"Kalau dana dari kampus udah cair. Dana pertama akan langsung dipakai untuk keperluan penilaian."
"Kayaknya bakal mahal banget biayanya ya, Winner?"
"Tapi yang mau kita pesan ini produk plastik daur ulang, kamu harus ingat itu. Kita udah menghemat jutaan kalau dibandingin sama material lain kayak logam atau kayu. Dan cendera mata ini kita niatkan untuk digunakan selama mungkin. Anggaran yang kita butuhkan untuk menyukseskan pameran kali pertama ini pasti luar biasa besar, tapi bakalan memudahkan pameran-pameran di tahun berikutnya."
Aku mengangguk setuju. Tak kusangka Winner langsung menggaruk-garuk garis rambut di atas dahi. Pasti melelahkan sekali rasanya menjadi ketua panitia acara seakbar ini. Tapi kemudian dia mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan yang kupikir sedang dia renungkan.
"Malik sama Nelman itu nggak cocok. Nggak pernah cocok," keluhnya dengan tatapan terpaku pada permukaan meja.
"Yah, tapi mau gimana lagi? Memang nggak bakal ada orang yang ngerasa cocok sama psikopat kayak Malik. Narsis, perfeksionis, self-centered, sok merasa paling dibutuhkan."