Hari pertama memasuki semester genap, Winner langsung menggeleng-geleng ketika sampai di hadapanku. Kami berdiri di atas jalan setapak menuju gedung dosen dari gedung pembelajaran jurusan. Winner berbau seperti strobilus dan matahari dan penampilannya tidak biasanya lembut dengan perpaduan warna pastel di bagian pakaian. Seperti biasa, tali ransel besarnya miring di bahu. Rambut spike-nya juga masih pendek dan rapi.
"Kita harus nemuin Malik."
"Malik?" Aku takut liburan membuatku jadi budek.
"Ada orang kampus yang nyebarin informasi tentang kamu sama Nelman ke luar, Abril, aku yakin sekali. Atau membawanya ke dalam. Barusan aku dengar dari Petra, kata dia, kamu maksa Nelman untuk nerima logo yang kamu buat dan sebagai gantinya, kamu nodong dia biar mau jadi sponsor acaramu." Bukannya itu salah ... tapi kenapa aku selalu berperan jadi orang jahatnya? "Dari mana mereka tahu tentang negosiasi kalian? Ini cuma berarti ada orang kampus yang tahu dan sengaja nyebarin kabar itu ke luar."
Jeda singkat pergantian kelas kami manfaatkan sebaik mungkin untuk berkunjung ke Arsitektur.
Ada kabar lain tentangku yang bisa dibicarakan di kampus. Salah satunya adalah kompetisi menulis naskah yang kuadakan. Kenapa sih orang-orang tidak mau menggosipkan itu saja? Pengumuman pemenangnya baru kuposting empat hari lalu, itu kan juga bisa jadi bahan gosip. Kurang sensasional ya?
Dia duduk di salah satu meja taman jurusannya yang asri, menghadap batang pohon besar di tengah-tengah meja bata melingkar. Aku dan Winner bergegas melangkahi beton kotak yang tersusun di atas hamparan rumput hingga mencapai Malik. Tatapannya tertambat pada layar laptop hitam, tetapi belum genap kami berada dua meter di dekatnya, dia sudah mengangkat tatapan ke arah kami.
Orang yang sangat waspada.
"Aku merasa terhormat." Dia mengangguk. Jaket dril hitam tersampir di atas kursi bata. Tiga kancing teratas kemeja hitam yang dipakainya terbuka. Samar-samar aku bisa melihat bayangan kerah yang jatuh ke kedalaman dadanya. Tali hitam sebuah kalung terselip di antara kerah yang terbuka. Dialah yang sepantasnya jadi kriminal, nanti biar kuberi tahu Nelman. Dari atas sampai bawah hitam semua. "Ketua Departemen Ekonomi Kreatif dan Ketua Departemen Seni, Budaya, dan Olahraga. Ada yang bisa kubantu?" Dia menutup layar laptop lalu merentangkan tangannya ke kursi.
Sambil menatapku, Winner melemparkan dagunya ke arah Malik. Aku pun duduk di sebelah Malik, sementara Winner berdiri di hadapan kami. "Sayang sekali kami harus minta sedikit dari waktu tenang Kak Malik karena kami lagi mengkhawatirkan sesuatu." Winner memulai.
"Karena kalian Sebastian Winner dan Abril Gabrina, memang sudah sepantasnya begitu." Malik mengamini. Dia terdengar sangat riang, seolah puas kami akhirnya paham bahwa kami harus mendatangi dia.
Winner melirikku. Ini giliranku. Aku pun mencari-cari kata yang tepat di balik lidah. "Bulan lalu di hari pelantikan anggota BEM KM, aku nerima DM dari teman SD." Halaman ruang chat antara aku dan Anya sudah terbuka di ponsel. Aku menunjukkan layar ponsel yang sedari tadi kugenggam pada Malik.
Dia membaca dengan tenang. Aku dan Winner saling melirik. Akhirnya Malik mengangguk—masih dengan senyum abadi di bibir rasberinya—dan menatapku. "Kamu mau tahu mereka yang dimaksud temanmu ini. Dan kamu mendatangi aku siang ini karena kamu pikir aku pasti tahu percis jenis-jenis kasus seperti ini." Karena aku dan Winner masih setia menunggu tanpa berniat menginterupsi sama sekali, Malik pun mengembuskan napas—tapi tetap tampak riang. "Aku sebenarnya kepingin juga dinilai sebagai orang yang berpikiran terbuka dan tanggap mengenai isu-isu terkini seputar sosial-politik, kebudayaan dan literasi, teknik, medis, ekonomi apalagi. Tapi kalian telanjur mengenalku sebagai sentral informasi kampus, baik yang negatif maupun positif."
Aku dan Winner masih diam. Embusan napas lagi dari Malik.
"Bukankah sebenarnya kalian punya intuisi? Dugaan yang mengarah kepada subjek yang sebenarnya sangat tepat."
"Seratus persen?" tanyaku. Malik mengangguk. "Tapi gimana cara mereka nyebarin kabar itu ke luar kampus?"