I Became An Evil God

norayolayora
Chapter #3

Episode 2

Kota Wuyue, kota kuno yang ada sejak dulu. Konon, ketika iblis menyerang untuk pertama kalinya, kota inilah yang menjadi satu-satunya yang selamat. Dan kota itu juga menjadi tempat pertama kalinya Yuan Ze mengajarkan kultivasi dan memberikan sebagian kekuatannya pada beberapa orang yang masih hidup. Semua orang yang tinggal menghormatinya dan menyebutnya guru pada saat itu. Namun, hanya berselang beberapa tahun saja, penghormatan itu berubah menjadi sebuah pengkhianatan yang menjerumuskannya dalam lubang kegelapan. 


Karena dianggap sebagai pembawa bencana dan dikhianati oleh murid-muridnya sendiri, Yuan Ze merasa dirinya harus memenuhi ucapan mereka dengan menjadi pembawa bencana yang akan membunuh dan menghancurkan siapapun. Mungkin inilah yang sejak dulu mereka harapkan dari seorang utusan Pemilik Takdir. Makhluk yang sejak awal tak memiliki emosi, belajar dari rasa sakit, sedih dan senang para manusia yang dulu pernah menjadi muridnya. Emosi manusia, berhasil mempengaruhinya hingga ia pun berubah menjadi Dewa Jahat. 


Debu, dari kayu terbakar masih berterbangan di sebuah tempat yang kini sudah berubah menjadi hitam. Beberapa kultivator dari berbagai sekte akan datang untuk membereskan kekacauan yang dilakukan oleh guru mereka. Namun, mereka tidak bisa datang lebih cepat dari Yuan Ze yang sudah lebih dulu melihat pemandangan mengerikan yang menghancurkan semua orang tak berdosa di dalamnya. Andai ia berada di plot sebelum Yuan Ze menghancurkannya, Xiao Yuan yang menempati tubuhnya mungkin akan bisa mengurungkan niatnya, meski itu akan mempengaruhi cerita novelnya di dunia nyata. 


"Apakah Yuan Ze selalu bertindak sekejam ini?"


Tak ada satupun bangunan yang masih berdiri. Semuanya hancur menjadi arang. Tubuh-tubuh manusia ada di setiap sudut kekacauan itu dan dalam diam, mereka semua masih berteriak meminta tolong. Yuan Ze melangkah memasukinya untuk menerima semua kenyataan itu. Tempat ini, bukan tempat untuk syuting film seperti yang biasa dilakukan oleh para artis. Tubuh mereka nyata, persis seperti daging yang baru saja dipanggang hingga hangus. Rumah-rumah, serta pemandangan alam liar yang baru saja di lewatinya, semua itu nyata dan ia benar-benar berada dalam naskah novelnya sendiri sebelum ia meng-klik email yang datang dari seseorang. 


"Maafkan aku kalian semua." Yuan Ze jatuh berlutut ditengah-tengah debu arang yang masih membara. "... Kalau aku tahu semua ini akan jadi kenyataan, aku tidak akan menulis dengan kejam begini. Ternyata aku memang terlalu membesar-besarkan penjahat seperti Yuan Ze." 


Berbeda dengan Yuan Ze yang tak pernah memiliki perasaan dan sudah tak mempedulikan manusia yang dulu pernah ia selamatkan, Xiao Yuan tak membiarkan mayat-mayat mereka dibiarkan begitu saja. Ia mengambil sebuah batang kayu, dan menggali beberapa lubang kemudian mengubur mayat-mayat itu ke dalamnya hingga semua orang berhasil ia temukan. Selain gundukan tanah mereka yang ia buat, Yuan Ze juga memberinya bunga yang ternyata bisa diciptakan oleh sihirnya. Dengan begini, kuburan mereka akan tampak indah dengan berbagai rangkaian bunga yang menghiasi bagian atasnya dan nisan mereka. 


"Maafkan aku, semoga jiwa-jiwa kalian tenang di alam sana." 

Lihat selengkapnya