"Hei nak? Kamu baik-baik saja?"
Shen Ziyuan kecil yang terbaring di tempat yang sama, dibangunkan oleh beberapa orang Kultivator dari berbagai sekte. Hal itu tampak dari seragam yang mereka kenakan berbeda-beda. Bahkan adapula sekte yang mendominasikan pakaiannya berwarna hitam. Mereka itu adalah Sekte yang harus diwaspadai oleh Shen Ziyuan di masa depan. Sekte kabut darah, mereka yang sedari awal sudah mengkhianati Yuan Ze sebelum Yuan Ze berubah sepenuhnya menjadi Dewa Jahat. Meski mereka membelot dari ajarannya, Sekte Kabut Darah menjadi satu-satunya sekte yang tidak menjadi sasaran amarah Yuan Ze ketika dia memutuskan menghancurkan segalanya.
Beruntungnya pada saat itu, Yuan Ze tak membunuh semuanya dan meninggalkan beberapa orang dewasa dan anak kecil yang sekarang ini telah menjadi petinggi sekte tempat mereka tinggal.
Tiga orang yang sekarang berada di depan Shen Ziyuan adalah Jian Luo, dari sekte Pedang langit, sekte yang dibangun pertama kali oleh Yuan Ze sekaligus korban pertama dari amukan Yuan Ze. Kemudian seorang wanita yang baru dewasa dan memakai kunciran berwarna merah muda dan lembaran rambut putih yang panjangnya hingga di bawah dadanya bernama Bai Xue dari sekte Angin Utara dan satu lagi seorang pemuda yang masih remaja, memakai topeng burung yang menutupi bagian mata dan pangkal hidungnya bernama Yu Ren dari sekte Bara Phoenik.
Ketiganya bukan dari sekte yang sama begitu juga dengan dua sekte lainnya termasuk sekte Kabut darah dan Sekte Awan Putih. Mereka hanya mendengar kabar kalau leluhur guru mereka telah menghancurkan satu kota lagi sampai tak bersisa. Kelima sekte itu akhirnya memutuskan untuk berkumpul di kota yang hancur dan membereskan masalah yang dibuat oleh Gurunya. Namun, kali ini ada yang berbeda.
Kota yang dihancurkan, biasanya dibiarkan terbakar oleh Yuan Ze dan ia juga tidak akan meninggalkan satu nyawa pun selamat dari kota yang ia hancurkan. Namun, kali ini kota itu tampak bersih dari mayat manusia bahkan ada gundukan tanah yang ditanami bunga, tak jauh dari tempat mereka berkumpul. Tanpa menggali lubangnya, mereka sudah tahu bahwa itu adalah makam dari para penduduk yang mati di sini. Bahkan, orang yang melakukannya juga membakar tiga buah dupa untuk mereka.
"Hmph! Tentu saja aku ini memang penjahat yang membunuh semuanya tapi, aku juga orang baik yang menguburkan mereka semua dan menenangkan jiwa-jiwanya." batin Yuan Ze dari dalam hutan. Sejak para kultivator itu datang, ia sudah mengawasinya dari kejauhan dan memperhatikan keheranan mereka ketika melihat makam sebesar itu sudah ada di depan mata mereka.
"Tapi, masih saja ada yang harus aku waspadai supaya kematianku bisa lebih terhormat daripada yang aku tuliskan dalam novel. Sekte Kabut Darah. Ada alasan kenapa aku tidak menyerang mereka. Aku telah bekerja sama dengan Sekte Kabut Darah untuk menghancurkan semua sekte dan di akhir cerita nanti, keempat sekte ini akan berperang denganku dan satu-satunya sekte yang ada di pihakku, hanya Sekte Kabut Darah. Mereka bahkan menjadikanku pemimpin perang mereka padahal mereka duluan yang mengkhianatiku. Di pikir-pikir lagi, aku ini memang gampang sekali dibodohi. Ah, kenapa aku heran? Aku yang menulisnya. Tapi, kali ini aku akan membuat akhir yang berbeda agar aku bisa menulis ulang kembali ceritaku setelah aku keluar dari sini."
Tapi, bagaimana caranya keluar dari sini?
"Kalian siapa?" Shen Ziyuan spontan bertanya begitu melihat beberapa orang sekte yang sedang mengerumuninya.