I Know Everything

Arjun
Chapter #3

Chapter-2

Pintu kamar azat terdorong pelan.

Namun orang yang membukanya tak langsung berjalan masuk.


Vina memasukkan kepalanya terlebih dulu ke dalam, sambil melirik sekitarnya.


Tatapannya terhenti di Pals yang berada di atas laci kecil, menghadap ke kasur.


Pals memutar dirinya sampai mengarah ke belakang, menatap ke Vina.

“Oh, Vina, Kamu mau apa disini?”


“Kok kamu tau aku disini?” Tanya Vina.


Pals membelokkan dirinya ke pintu kamar. “Aku denger suara pintu di geser, aku kira itu kakakmu.”


Vina tidak menjawab, selain dengan anggukan pelan.

“Aku mau nanya sesuatu lagi boleh gak, pals?” ucapnya.


“Boleh, tanya apa? Aku bisa jawab bahkan pertanyaan yang sulit.” Jawab Pals tanpa ragu.


Vina kembali diam, sambil bergumam rendah.

“Kamu… Siapa? Kenapa bentukmu bola kuning?”


Pals membuka mulutnya. “aku pals, teman penolong pribadimu dan kakakmu, aku memang diciptakan seperti ini oleh penciptaku.” jelasnya.


Vina mengangguk pelan. “Jujur ga sih, ini?”


“Teman penolong selalu mengatakan yang jujur, Vina.” Jawabnya.


Vina berjalan masuk ke dalam, mendekatkan dirinya ke Pals.

“Gimana caranya kamu tau semuanya?”


“Aku mengumpulkan semua data, mau itu masa lalu yang sudah lama sekali, maupun masa sekarang.” jawabnya lagi.


Vina menaruh kepalanya di laci. “Kamu kalo aku bawa ke sekolah boleh gak?”


Pals tidak langsung menjawab.

Ia memutar dirinya ke kiri dan kanan dengan pelan.

“Aku tidak tau, kalau gurumu mengijinkan, kemungkinan diperbolehkan.”


Vina memiringkan kepalanya, sambil sedikit mengerucutkan bibir.

“Katanya tau segalanya, gimana sih~.”


Pals tetap tersenyum semakin lebar.

“Aku tau segalanya, tapi pikiran manusia, aku ragu itu akan akurat atau tidak.”


Vina kembali membuka mulutnya.

Ingin menanyakan lebih jauh lagi.


“Kamu ngapain ke kamarku?” Ucap Azat, memotong kalimatnya.


Vina menoleh cepat sambil menegakkan tubuhnya.

“Kakak ih… bikin kaget aja.”


Azat menurunkan alisnya. “Ya, kamu sendiri, ngapain ke kamarku?”


Vina memindahkan pandangannya ke arah Pals.

“Ini, ngobrol sama Pals.”


Azat berjalan masuk, dan langsung memandang ke arah Pals.

“Beneran itu, pals?”


“Iya, dia masuk kesini buat ngobrol sama aku.” Jawab Pals.


Azat mengangguk perlahan, sambil membuka laci kecilnya. “kamu keluar dulu dah, mau ganti baju, Si pals kamu bawa aja.”


“Beneran? makasih, kak.” Jawab Vina sambil membawa Pals melangkah keluar dari kamar.


Pintu kembali ditutup, dengan Pals berada di genggaman tangan Vina.

Lihat selengkapnya