I Know Everything

Arjun
Chapter #4

Chapter-3

Pagi kembali tiba.

Matahari perlahan memunculkan wujudnya dari arah timur, dengan cahaya hangat yang langsung turun ke jalanan kota.


Azat masih terlelap dalam tidurnya dengan nafas yang teratur.

Menghadap ke arah dinding kayu.


KREK...


Terdengar kayu berdecit pelan.

Diikuti dengan suara gelindingan bola yang berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Semakin dekat, dan dekat, sampai akhirnya berhenti.


Azat membuka matanya perlahan.

Pandangannya sempat Buram sesaat.

Sebuah bola kuning terletak di lantai kamarnya.


Ia mengucek pelan matanya, sampai pandangannya kembali normal.


Pals tergeletak di lantai, menatapnya dengan senyum kecil itu.

"Hai, selamat pagi, Azat."


Azat terdiam sesaat, merubah posisi yang awalnya berbaring menjadi duduk.

"Kamu kok... bisa masuk? Vina mana?"


Pals memutar dirinya sesaat ke arah pintu, lalu kembali menghadap ke Azat.

"Pintunya sedikit kebuka, Vina juga sudah berangkat ke sekolah."


Azat menatap ke arah pintu.

"Kamu bisa buka pintu?"


"Ya, selama tidak tertutup rapat." Jawabnya.


Azat menghela nafas tipis, menurunkan kakinya ke bawah.

Langkahnya berjalan menjauhi Pals yang masih tergeletak.


Pals mengikut kemana arah Azat berjalan.

Tanpa terputus.

"Kamu mau kemana?"


"Cuci muka, bentar." Balas Azat sambil berjalan pergi.


Beberapa menit berlalu.

Dan pals masih diam di tempatnya.

Azat tak kunjung memunculkan dirinya.


TOK, TOK.


Ketukan pintu terdengar dari luar.

Pals memutar dirinya ke belakang, lalu menggelinding dengan pelan.


Sampai dirinya membentur pintu keluar dari rumah itu.


...

Pintu terbuka sedikit.

Terlihat satu orang berdiri di luar.


Pals mengangkat matanya ke atas, sambil tetap tersenyum.

"Hai, siapa?"


Orang di luar tidak menjawab.

Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, seolah mencari sumber suara itu.


"Aku ada di bawahmu." Ucap Pals sekali lagi.


Orang itu menurunkan pandangannya, lalu mundur beberapa langkah.

"L-lu apaan?"


"Aku Pals, teman penolong pribadi dari Azat, kamu pasti Nerdi, ya?" Ucap Pals.


Nerdi terdiam sesaat, sambil menggaruh lehernya.

"Iya... kok tau?"

Lihat selengkapnya