Mobil melaju dengan cukup cepat, sampai mendahului beberapa kendaraan yang berjalan
Pelan.
Mereka mulai keluar dari kota Delwis.
Jalan yang awalnya ramai dengan kendaraan, dengan cepat berubah sepi.
Pemandangan yang sebelumnya dipenuhi dengan rumah dan gedung tinggi, kini berubah menjadi tanah yang dipenuhi dengan pohon-pohon tinggi.
Azat memandang keluar dari balik kaca mobil.
"Ini beneran cuma kita bertiga aja yang ke kota sebelah?"
Nerdi membelokkan sedikit kemudinya.
"Ya, orang lain kan pada kerja, kita mah baru lulus, jadi santai aja dulu."
Ia melirik ke spion dalam.
"katanya bola yang lu bawa tuh tau semuanya, bener?"
"Iya, benar, tanya aku apa saja, aku bisa jawab semuanya." Jawab Pals dengan percaya diri.
Nerdi mendengus pelan. "Oke, si paling tau."
"Kita sekarang pergi kemana?" Tanyanya.
"Kita pergi ke Kota Alpes, tempat dimana bukan cuma manusia yang hidup kesana." Jawab Pals.
"Kamu ingin kesana karena penasaran kan, nerdi?" Ucap Pals sekali lagi.
Nerdi terdiam, lalu menatap Pals melalui spion dalam.
"Beneran tau jir, mana tau niat gw lagi, kok bisa dah."
"Aku sudah bilang, aku tau segalanya." Sahut Pals.
Azat menoleh ke depan, menyandarkan tubuhnya.
"Jadi niatmu aslinya bukan jalan-jalan, gitu?"
Nerdi tertawa tipis. "Engga, aslinya gw gabut beneran, setengahnya emang... penasaran aja."
Azat menghela nafas pelan, tangannya mengangkat pals sejajar dengan kepalanya.
"Kayaknya kamu beneran berguna, ga sia-sia ku bawa."
Pals memutar dirinya menghadap ke azat.
Tidak menjawab, selain dengan senyuman yang melebar.
Mulai samar terlihat siluet dari kumpulan gedung tinggi di depan.
Mereka semakin dekat dengan kota itu.
...
Nerdi menginjak pedal rem.
Mobil perlahan melambat sampai berhenti di depan gerbang masuk ke kota itu.
Terlihat seseorang berjalan keluar dari pos penjaga.
Mulut dan hidungnya sedikit menonjol ke depan, bulu lebat berwarna putih salju yang menutupi hampir seluruh kepalanya kecuali wajah.
Langkahnya mulai mendekati mobil itu perlahan.
Nerdi menurunkan kaca jendelanya, menatap ke penjaga itu.
Penjaga itu menaruh satu tangannya ke belakang, lalu sedikit membungkuk ke depan.
"Selamat pagi, silahkan sebut nama dan tujuan anda." Ucapnya dengan nada berat.
"Nerdi, bang, kota Delwis, tujuan buat jalan-jalan aja sih." Jawab Nerdi.
"Kira-kira berapa orang yang anda bawa?" Tanya penjaga itu.
Nerdi terdiam sesaat. "Bentar saya hitung."
Ia membalikkan badannya, menghadap ke Azat.
"Ini bola lu kehitung orang juga ga sih?" Ucapnya dengan lirih.
Azat menatap Pals sesaat, lalu ke Nerdi.
"Ya... kagalah, dia cuma bola."
Nerdi mengangguk pelan, lalu kembali memandang penjaga itu.
"dua orang saja."
Penjaga itu tidak langsung menjawab.