I Know Everything

Arjun
Chapter #8

Chapter-7


Entah bagaimana, rasanya mereka berdua diam di sana sudah cukup lama.

Tidak ada jam dinding yang ditempel, mereka tidak tau sudah jam berapa sekarang.


Azat mengayun tubuhnya ke depan dan belakang.

Pals juga hanya diam, dengan wajah mengarah ke tangga itu.

“Pals, udah jam berapa sekarang?” Tanyanya.

Pals memutar dirinya ke azat. “Sudah jam setengah satu malam.”

Dirinya kembali berputar menatap tangga itu.


Sampai akhirnya terdengar langkah naik dari tangga itu.

Sosok Livy akhirnya muncul, berjalan menghampiri mereka.

“Tunggu sebentar, ya? Masih dimasak.”


Azat menggaruk pelan kepalanya.

“Ga usah kasih camilan gapapa sih.”


Ia menggeleng sekali, berdeham pelan.

“Livy, kamu beneran tinggal disini?”


Livy tidak langsung menjawab, menduduki sofa dengan arah berlawanan.

“Iya, aku tinggal disini, peninggalan ayah ku dulu.”


Ia terkekeh kecil. “Aslinya aku juga mau pindah, tapi ya… belum bisa.”


“Omong-omong, aku boleh bawa dia, gak? Cuma bentar.” ucapnya sekali.


Azat menatap Pals yang ada di meja, sambil berdesis kecil.

“Emang buat… Apa?”


“Kayak tadi yang aku bilang di hutan, aku mau nanya-nanya ke dia.” Jawab Livy.


“Disini aja kan bisa.” balas Azat.


Livy tidak langsung menjawab.

Tatapannya sempat teralih ke arah lain.

“... Boleh deh, siapa tau kamu juga bisa bantu.”


“Sebenernya aku ga mau terlibat sih…” Gumam Azat.


Tatapannya berpindah ke arah Pals.

“Kalo mau, bawa aja, aku ikut denger tapi.”


Livy menepuk pelan tangannya.

“Makasih.”


Ia membungkukkan badannya sejajar dengan bola kuning itu.


Namun terlihat Pals menutup matanya.

Tidak bergerak, dengan senyum yang sama.


Tatapan Livy kembali berpindah ke Azat. “Dia emang harus dibangunin dulu, ya?”


“Engga… dia aktif terus kok.” Jawab Azat.


Ia mengambil Pals lalu mengangkatnya sampai ke wajahnya.

Matanya tertutup, terlihat tidak aktif.


Tangannya mengetuk pelan bagian tengah wajahnya.

“Pals?”


. . .

Tidak ada jawaban.


Azat menaik-turunkan tangannya dengan cepat.

“Pals, halo?”


Masih tidak ada jawaban.

Pals tidak merespon sepatah katapun.


Pandangan Azat berpindah ke Livy.

“Kayaknya update software nih, besok aja gimana? Kamu dateng kerumahku.”


Livy tidak menjawab.

Lihat selengkapnya