I Know Everything

Arjun
Chapter #9

Chapter-8

Azat masih terbaring di kasurnya.

Matanya tertutup, dengan nafas stabil.


Pintu kamarnya dibuka, terdengar langkah seseorang menghampirinya.


“Azat, bangun weh.” Panggil Nerdi.


Azat mengernyit tipis sambil menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan secara pelan.


Nerdi berdecak pelan, lalu menepuk pipinya.

“Bangun-bangun, katanya mau pulang.”


Azat masih tidak menjawab.


Nerdi menegakkan tubuhnya, menghela nafas pelan.

“Mati nih orang kayaknya.”


“Coba pake adiknya.” Usul Pals yang berada di meja.


Nerdi menoleh, sambil mengelus rambutnya “adeknya?”


Ia mengangkat cepat alisnya. “Oh… Adeknya…”


Ia menarik nafas panjang, lalu menangkup kedua tangan ke mulutnya.

“Azat! Adik lu dateng nih!” teriaknya dengan sangat keras.


Azat langsung membuka mulutnya, menduduki kasur itu sambil menoleh ke sekitar.

“Siapa, apa? Dimana?”


Nerdi tertawa kecil. “Kena dia~”


Ia menghentikan tawanya. “Jangan salahin gw, si Pals yang usul.”


Pals memutar dirinya menghadap ke Azat.

“Selamat pagi, Azat.”


Azat mematung diam, dengan mata yang menoleh ke wajah mereka berdua.


Nerdi menepuk pelan bahunya beberapa kali.

“Bangun dulu, bangun, gw mau kasih tau sesuatu.”


Ia berdeham sekali. “Kita bakal pulang sekarang, gw baru nemu lowongan kerja di kota kita.”


“Jadi…?” Tanya Azat.


“Jadi… ya pulang, hoki juga lu bisa keliling kota nih, gw nya malah ketiduran.” Jawab Nerdi.


“Atau, lu masih mau tinggal disini?” Ucapnya sekali sekali lagi.


Azat beranjak dari tempat tidurnya.

“Engga, kita pulang aja sekarang, aku juga khawatir sama adekku.”


Ia menggaruk tengkuknya, menoleh ke arah Pals.

“Keadaan adekku gimana, Pals?”


“Adikmu sedang di sekolah, dengan guru bahasa Indonesia yang mengajarnya.” Jawab Pals.


Mereka terdiam, tanpa menjawab.

Empat pasang mata tertuju ke arahnya.


“Kok… Kamu bisa tau sejauh itu?” Tanya Azat curiga.


“Sudah berapa kali aku bilang, aku tau segalanya.” Jawab Pals.


Azat tidak menanyakan lebih jauh.

Ia menggelengkan cepat kepalanya, lalu berjalan keluar.

“Ga peduli dah, aku mandi dulu, kamu tungguin di mobil aja.”


“Oke~, si Pals gw bawa ya?”


“Bawa aja.” Jawab Azat dari kejauhan.


Nerdi memindahkan pandangan ke arah Pals, lalu membawanya pergi dari kamar itu.

“Oke, Pals, kamu tau masa depan ku, gak?”


“Masa depan harus kamu cari sendiri, jangan andalkan orang lain.” Jawab Pals.


“Iya juga sih… ujung-ujungnya cenayang juga.” Gumam Nerdi dengan lirih.


Ia menghentikan langkahnya di depan pintu, lalu menoleh ke belakang.

“Oi, ndre, gw pulang ya! Makasih udah kasih nginep!”


Lihat selengkapnya