I Know Everything

Arjun
Chapter #10

Chapter-9

Mereka kembali menyusuri jalan raya kota delwis.

Tidak ada lagi yang berekor.

Tidak ada lagi memiliki sayap.


Hanya warga asli sana yang berlalu lalang sambil membawa berbagai macam barang.


Nerdi menginjak pedal rem, dan mobil itu perlahan melambat sampai berhenti sepenuhnya.


Mereka berhenti di depan rumah Azat.


Nerdi menekan tombol yang membuka kunci pintu mobilnya.

“Dah nyampe, sebelum keluar bayar ongkos dulu.”


“Kapan-kapan ku bayar kalo mood.” Bala Azat sambil membuka pintu mobil.


Ia turun dari mobil itu, hendak berjalan menuju pintu masuk.


“Azat, kamu lupa membawa ku.” Ucap Pals yang masih tergeletak di laci konsol.


Azat menengok ke belakang. “Iya, lupa kalo ada kamu.”


Tatapannya berpindah ke arah Livy.

“Liv, tolong bawain Pals.”


“Oke.” Balas Livy.


Tangannya meraih Pals, dengan sayap yang melingkari pahanya, lalu menuruni mobil itu.


“Lu ngikut Azat?” Tanya Nerdi di kursi depan.


Livy tidak menjawab, hanya menoleh sambil mengangguk.


Nerdi menghela nafas pelan. “Yaelah, hoki lu, Zat. Udah mah bisa keliling, ketemu orang yang jarang lagi.”


Azat mendengus pelan. “Iyalah, emangnya situ, tidur mulu.”


“Bacot, udah tutup pintunya gih.” Balas Nerdi kesal.


Azat mendorong pintu belakang sampai tertutup.

Mesin kembali dinyalakan.

Nerdi membunyikan klakson mobilnya, sambil melaju pergi.


Azat menghadapkan dirinya ke Livy.

“Jadi kamu ikut, ya…?”


Livy tertawa kering. “Iya, aslinya aku juga ga nyangka bakal kebawa, cuma gara-gara ketiduran.”


Azat menghela nafas berat, lalu berjalan menuju rumahnya.

“Ya, mau gimana lagi, aku mau gamau bantu kamu lagi, dikit.”


Livy tidak menjawab, hanya mengikutinya dari belakang.

Tatapannya sempat berpindah ke arah Pals yang ada di tangannya.


Tidak ada gerakan yang terasa.

Bola itu hanya diam, sambil menghadap ke rumah.


Azat mendorong pintu rumah.

“Vina?” Panggilnya.


Tidak ada jawaban.

Lihat selengkapnya