I Know Everything

Arjun
Chapter #17

Chapter-16

Nerdi menarik rem tangan keatas, lalu membuka kunci mobil.

"Dah, yok turun, besok aja kita mulai."


Nerdi membuka pintu mobil, dan langsung berjalan pergi.


Azat ikut membuka pintu mobil, namun tak langsung berjalan keluar.


Ia menghela nafas pelan, lalu menoleh ke samping.


Livy terlelap dalam tidurnya, dengan kepala menyandar di bahu Azat.


Azat menggoyangkan pelan bahunya. "Liv, bangun weh."


...

Tidak ada jawaban.


Azat kembali menghela nafas, sambil mengangkat pandangannya.


"Udah biar di mobil aja dia," Ucap Nerdi.


Azat menoleh ke kiri. "Biarin di mobil? lagi?"


Nerdi mengangkat cepat alisnya.

"Waktu itu dia di mobil, kan? sekarang gitu juga aja, nanti pagi-pagi kita bangunin."


"Kalo gitu bantuin gw lah..." balas Azat dengan lirih.


Nerdi tidak langsung menjawab.

Ia tersenyum yang semakin lama, semakin lebar.

"Gamau ah~, lakuin aja sendiri. gw mau masuk rumah dulu."


"Nerd, Nerdi!" teriak Azat, namun dengan nada yang rendah.


Tatapannya kembali ke arah Livy.

Ia menarik nafas panjang, lalu perlahan menarik bahunya.


Kepala Livy semakin menurun.

Azat menahannya dengan satu tangan, sampai tubuhnya berbaring sepenuhnya di kursi mobil.


Hembusan nafas yang panjang keluar dari mulutnya.

Azat langsung beranjak keluar dari mobil, lalu menutup pintunya.


Di dalam rumah Andre.

Ia berdiri di ruang tamu.


Tidak ada siapapun.

Langkahnya berjalan, lalu membuka salah satu pintu kamar.


Gelap... Tidak ada hal yang bisa dilihat.

Sepasang mata kecil berpendar kuning dengan biru.

Menatap ke arahnya.

Terlihat tajam.


Azat tersentak pelan, namun matanya terpaku ke arah itu.

Ia memukul-mukul beberapa kali dinding kamar itu.

sampai akhirnya menemukan tombol.


Lampu langsung menyala terang.

Dan apa yang ia lihat... ternyata hanya kucing yang berbaring di kasur.


Azat menghela nafas pelan, lalu memasuki kamar itu.

Ia merebahkan tubuhnya di samping anabul itu.


Kucing itu mendekat ke perutnya.

Dengkuran pelan samar terdengar.

Mata kucing itu perlahan terpejam, begitu juga dengan Azat.


...

Pagi akhirnya tiba, dan mereka mulai mengemas barang dan perlengkapan di ruang tamu.


Nerdi memasukkan beberapa barang ke tas, lalu disampirkan ke bahu.

"Udah semua, kan?"


"Udah, kamu yang bawa, kita mah cuma ikut, " jawab Azat.


Nerdi berdecak pelan. "Iya... Dikit doang ini, sisanya cari di hutan juga bisa."


TOK, TOK, TOK.


Ketukan pelan terdengar dari luar rumah.

Lihat selengkapnya