Mereka akhirnya sampai di tenda, ketika bulan sudah mencapai langit...
Warna hijau dan coklat di hutan itu seketika terganti dengan warna yang menggelapkan tempat itu.
Monian menghentikan langkahnya di tempat mereka, lalu menurunkan kucingnya disana.
Kucing itu mulai berjalan-jalan di sekitaran mereka, sampai Livy kembali menggendong dan mengelusnya.
"Kucingnya biar disini aja, pak?" tanya Nerdi sambil menatap kucing itu.
Monian menoleh ke samping. "Lebih tepatnya aku akan ikut serta dalam kegiatan kalian."
"Setelah melihat tingkahmu itu, aku tidak yakin bisa meninggalkan kalian begitu saja." ucapnya sekali lagi.
Azat menoleh ke arah Nerdi dengan tatapan datar.
Nerdi menatapnya balik, dan hanya tertawa kecil.
Monian kembali menghadap ke depan, lalu berjalan pergi.
"Aku bakal ngambil tenda sendiri, kalian tolong tunggu disini dan jangan pergi kemanapun."
"Siap, pak." sahut Nerdi.
Tatapannya kembali berpindah ke Azat, sambil menyenggol bahunya.
"Api unggun bikin?"
Azat terkekeh pelan, lalu berjalan menuju tenda.
"Sorry, bukan anak pramuka, mending istirahat."
"Tapi ga ada lampu loh ini, gelap-gelapan gitu?"
tanya Nerdi.
Azat membuka penutup tenda, lalu berjalan masuk ke dalam.
"Tunggu si penjaga aja, entar minta tolong dia aja yang bikin."
"Kayunya? Mana?" tanya Nerdi sekali lagi.
"Kalo kayu biar aku aja yang cariin. Sekarang atau nanti?" sahut Livy.
Nerdi menoleh ke arahnya. "Nanti aja sih, pas Monian dateng, atau biar gw aja yang cari."
"Modusnya mulai," gumam Azat.
"Bacot lu beban," jawab Nerdi dengan cepat.
Beberapa menit berlalu dalam senyap.
Langkah pelan terdengar mendekati mereka, beserta sorotan cahaya.
Nerdi dan Livy yang masih berada di luar tenda menoleh ke arah cahaya itu berasal.
Terlihat Monian yang berjalan menghampiri mereka, dengan barang bawaan berada di tangannya.
Ia berhenti di salah satu tenda, menjatuhkan barangnya disana.
"Kalian bawa pencahayaan?"
"Engga sih, pak, kita modal gabut terus nyampe aja." jawab Nerdi.
Monian menghela nafas pelan. "Dan kalian tidak membuat api unggun?"
"Niatnya sih pengen, tapi ga sempet, gelap juga ga ada cahaya." jawab Nerdi lagi.